Bogoronline.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong menyiapkan dua tenda sementara untuk pasien Covid-19 yang tidak kebagian ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Tenda ini sudah dari Senin, (21/6), karena IGD penuh jadi untuk menjaga jarak dan menghindari penularan kita buat tenda, ini dibantu pihak kepolisian. Satu tenda menampung 12 pasien, satu tenda lagi menampung 3 atau 4 pasie,” kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiharso, Rabu (23/6).
Tenda itu, lanjut Eko, diperuntukkan bagi pasien yang baru datang, namun tidak kebagian ruang IGD, khususnya bagi pasien covid-19.
” Kita utamakan bagi pasien covid-19 terlebih dahulu dan tenda ini akan terus dipakai selagi IGD penuh, karena sekarang juga kita sudah disiapkan 220 ruangan, namun sudah penuh,” ujarnya.
Selain itu, dia menyebut, pasien non covid-19 yang biasanya ditempatkan di IGD, akan sementara dipisahkan di ruangan berbeda.
“Biasanya disitu juga, tapi karena ini penuh, akan dipisahkan di gedung yang baru dan tenaga baru juga akan nambah. Kita mulai kerepotan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga, Lena mengaku kesulitan untuk mencari ruang IGD di rumah sakit di se-Bogor.
“RS Islam penuh, Azra penuh, salak penuh, PMI penuh, saya sudah keliling ke 8 rumah sakit yang memiliki IGD, tapi mereka penuh semua,” kata Lena kepada wartawan, Rabu malam (22/6)
Dia mengaku sudah sedari jam 09:00 hingga jam 22:00, mengelilingi Rumah Sakit di Bogor namun belum juga mendapatkan ruangan IGD untuk suaminya yang sakit ginjal.
“Saya muter dari pagi, semuanya penuh. Ini RSUD Cibinong juga masih nunggu apakah dapat kamar apa engga,” lanjut dia
Dia berharap, pemerintah lebih peduli lagi terhadap kesehatan warganya agar tidak ada lagi warga yang bernasib sama sepertinya dalam penanganan kesehatan.
“Harapannya biar diperbanyak IGD nya dan penanganannya jangan sampe kaya saya. Mungkin saya BPJS jadi kurang diperhatikan apalagi yang BPJS gratis, saya kan BPJS berbayar. Tapi kalau yang bayar tanpa BPJS biasanya ditanganinya cepet. Oleh karenanya, jangan dikucilkan yang pake BPJS karena kan umur mah gatau. Kita udah berusaha,” pungkasnya.





