Cibinong – Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan bantuan melalui ATM Pancakarsa untuk tenaga pendidikan dan pelaku pembangunan di Kabupaten Bogor.
“Bantuan ini melalui ATM pancakarsa kerjasama dengan bank BJB, untuk Tenaga pendidik non PNS dan Pelaku Pembangunan seperti Guru Non PNS, Paud, SD, SMP dan pelaku pembangunan seperti RT/RW, Linmas, Guru ngaji, Amil, BPD, dan perangkat desa,” kata Ade Yasin saat launching ATM Pancakarsa di Pendopo, Rabu (18/8).
Ade menyebut, bantuan itu merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik dan pelaku pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan sebagai motivasi bagi mereka agar meningkatnya semangat pelayanan bagi masyarakat.
Kartu ATM Pancakarsa itu mengacu kepada kebijakan ketentuan pemerintah pusat yakni Inpres Nomor 10/2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dan Nomor 910/1867/SJ tentang: Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah. Serta, Permendagri Nomor 27 tahun 2021 dan Nomor 77 tahun 2020.
“Khusus untuk belanja daerah, pengeluaran-pengeluaran yang bersifat langsung ke masyarakat baik kelompok atau organisasi, dilakukan secara non tunai agar transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangannya dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Lanjut Ade, Kartu Pancakarsa ini pada APBD 2021 akan diprioritaskan bagi Guru Paud Non PNS sebanyak 6.250 orang dengan alokasi anggaran Rp2,4 juta pertahun.
Sementara, Guru TK Negeri Non PNS sebanyak 10.001 dengan besaran yang disesuaikan dengan masa kerjanya.
“Selanjutnya, penerima insentif Amil sebanyak 1.698 dengan rincian Rp2,4 juta pertahun dan guru madrasah RA hingga MTS sebanyak 3.460 orang dengan jumlah alokasi yang sama yakni Rp2,4 juta pertahun,” ujarnya.
Untuk RT/RW sebanyak 19.075 dengan rincian Rp6 Juta pertahun. Ade Yasin mengaku, untuk tahun 2021, bantuan ini akan diprioritaskan untuk RT/RW di bawah kelurahan
“Untuk RT/RW di bawah desa, akan dimulai melalui kartu pancakarsa di Tahun 2022,” jelas Ade.
Lebih lanjut, Ade memaparkan, bagi anggota Linmas dialokasikan untuk 4.160 orang dengan nilai insentif Rp.3,6 juta pertahun dan Insentif Guru ngaji sebanyak 10.400 dengan nilai insentif Rp2,4 juta pertahun.
“Terakhir, Tunjangan ketua, sekretaris, bendahara dan anggota BPD sebanyak 3.255 orang, dengan total anggaran sebanyak Rp25.932.000.000,” pungkasnya.





