BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Puluhan warga Kota Bogor mendapatkan pelatihan menjahit di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK). Kegiatan selama dua hari ini dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja (Dinsaker) Kota Bogor melalui UPTD BLK bekerjasama dengan Fraksi PKB DPR RI.
Hari pertama pelatihan pada Sabtu (4/9/2021), para peserta mendapat kunjungan dari Anggota DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung kota tanpa kumuh dengan meningkatkan kapasitas masyarakat Kota Bogor.
Kepala Disnaker Kota Bogor, Elia Buntang mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di Kota Bogor. Dengan kegiatan ini, ia berharap masyarakat dapat memiliki kemampuan lebih dalam kegiatan menjahit.
“Setelah dilakukan pelatihan singkat selama dua hari, diharapkan masyarakat bisa menciptakan usaha menjahit ataupun menjadi tenaga kerja yang handal dalam menjahit,” ungkap Elia didampingi oleh Kepala UPTD BLK Enjang Nurjaman.
Dipaparkan Elia, pihaknya mengucapkan terimakasih dengan kehadiran Anggota DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa dan kerja sama yang dilakukan ini merupakan hal baru di Kota Bogor.
“Mudah-mudahan dengan sinergitas ini berlanjut untuk kedepannya, sehingga terkait ketenagakerjaan bisa dimaksimalkan dan infrastruktur BLK bisa sedikit dibantu oleh pemerintah pusat melalui komunikasi dengan Fraksi PKB DPR RI. Utamanya kemampuan masyarakat Kota Bogor juga meningkat,” terangnya.
Terkait pelatihan menjahit singkat ini untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat Kota Bogor, Elia sangat setuju. “Saya lama di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kalau masyarakat sudah berdaya maka lingkungan tidak akan kumuh. Prinsipnya kalau masyarakat sudah berdaya, otomatis hal-hal yang kumuh akan terkikis dengan sendirinya. Sebaliknya apabila infratruktur bagus, masyarakat tidak berdaya tidak menjamin juga lingkungan akan bagus,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa mengatakan, pelatihan singkat ini untuk mendukung kota tanpa kumuh. Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, banyak yang harus dilakukan dan terpenting intervensi dari sosial ekonomi dengan pelatihan, selain intervensi infrastruktur yang ada. Selain fisik mengubah wajah di lingkungan, tapi juga ada peningkatan kapasitas masyarakat. Memang tujuannya bukan menghilangkan kumuh saja, tetapi di sisi lain masyarakat meningkat ekonominya.
“Saya melihat untuk hari pertama peserta pelatihan diajarkan untuk membuat baju. Dua hari digelar pelatihanya, saya mendukung ini. Selain menjahit di BLK ada jurusan lainnya, otomotif, tata boga, perhotelan, kecantikan, servis AC dan komputer,” pungkasnya. (*/Hrs)





