by

Berikut Gambaran Sport Center Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Selatan

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan merealisasikan pembangunan Sport Center Kecamatan. Setelah tahap kajian tahun lalu, tahun ini memasuki Detail Engineering Design (DED) agar pembangunan fisik pada 2022 mendatang.

Dari rencana, ada tiga Sport Center Kecamatan yang dibangun, yakni di Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Barat. Demikian hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Herry Karnadi.

Namun, lanjut Herry, tahun ini baru dua kecamatan yang digarap lebih dulu karena tengah mempersiapkan DED dan sudah dialokasikan untuk pembangunan fisik pada 2022. Yakni di Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Selatan.

“Bogor Barat itu di Cilendek Barat, Bogor Selatan di Kertamaya, dan Bogor Utara lokasinya di Cimahpar. Dua kecamatan dulu, luasannya 5-6 ribu meter persegi. Kalau di Bogor Barat itu lebih besar sampai 8 ribu meter persegi. Makanya dua kecamatan dulu,” kata Herry, belum lama ini.

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan di ketiga lokasi tersebut berbeda. Untuk Bogor Utara dan Selatan nilanya sama yakni sekitar Rp10 miliar. Sedangkan untuk di Bogor Barat diperkirakan butuh belasan miliar.

“Sekarang DED, tahun lalu buat kajian, fisik nanti tahun depan. Jadi 2022 itu dua kecamatan dulu kerena kemampuan anggaran, 2023 lanjut Bogor Barat karena lahannya besar, kebutuhan anggaran besar. Angka estimasi itu dari kajian tahun lalu, meskipun belum ada DED. Ketika DED jadi, tinggal menyesuaikan,” tandasnya.

Nantinya, Sport Center Kecamatan akan terdiri dari beberapa bagian. Di antaranya lapangan outdoor yang kemungkinan besar berupa lapangan sepakbola, lalu lapangan indoor, infrastruktur penunjang dan area komersial untuk UMKM.

Ia menyebut bahwa desain Sport Center Kecamatan bakal sama, hanya saja ada perbedaan sedikit melihat perbedaan luasan yang ada, seperti halnya di Bogor Barat.

“Misalnya lapangan sepakbola di barat mungkin bisa kita pakai 95×48 meter, kalau utara dan selatan paling 90×45 meter karena luasannya lebih kecil,” ujarnya.

Secara teknis, kata dia, ada beberapa hal yang masih terus digodok, di antaranya terkait pengelolaan dan jenis rumput yang akan digunakan untuk lapangan outdoor.

“Pengelolaan sepertinya di Dispora, akan kami tempatkan staf di situ. Kerena bicara pemeliharaan agak rumit. Kalau nanti sudah jalan skema yang benar, mungkin bisa oleh warga,” papar Acong, sapaan karibnya.

Selain itu, sambung Acong, terkait rumput yang akan digunakan. Ada dua opsi apakah rumput biasa atau rumput sintetis. Keduanya memang ada plus minus baik dari segi biaya maupun perawatan.

“Tapi kalau kita ke sintetis. Meskipun mahal di awal, tapi perawatan mudah dan lebih awet. Kalau rumput kan perlu perawatan ekstra, seperti pupuknya, airnya, tanahnya. Dua hal ini sedang kita kaji, kalau pakai rumput berapa, sintetis berapa. Pengelolaan nantinya disiapa juga, sedang kita kaji,” pungkasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *