by

Survei Calon Bupati Bogor 2024, Ade Yasin Berpotensi Dua Periode

 

CIBINONG – Ade Yasin berpotensi menjadi dua periode lantaran meraih urutan pertama dalam survei politik yang dilakukan Democracy Electoral and Empowernment Partnership (DEEP) dan Yayasan Visi Nusantara Maju (Vinus) dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024.

Direktur DEEP, Yusfitriadi mengatakan survei yang dilakukan pihaknya pada medio Juni hingga Agustus 2021 itu menempatkan nama Ade Yasin ditingkat teratas dengan persentase 10,16 persen dari total jumlah vote 3.760 suara.

Yus menjelaskan, instrumen survei tersebut didistribusikan kepada 600 responden tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, di mana setiap kecamatan terdiri dari 15 responden.

“Populasi survei masyarakat Kabupaten Bogor berusia 17 tahun dan ber KTP Kabupaten Bogor. Sampel survei adalah 600 opinion maker terdiri dari akademisi, tokoh agama dan masyarakat, aktivis perempuan, aktivis pemuda, LSM dan pengusaha. Metode penarikan sampelnya, cluster random sampling,” jelas Yus, Kamis (22/9/2021).

Di urutan kedua, ada nama Ade Ruhandi atau Jaro Ade yang masih cukup kuat berdasarkan survei tersebut. Pria yang pernah menjadi calon Bupati Bogor pada Pilkada kemarin itu meraih persentase 8,32 persen.

Tak hanya mereka, nama Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto pun masuk ke dalam calon Bupati Bogor terpopuler bersama Ade Yasin dan Jaro Ade dengan persentase 7,39 persen.

Yus menerangkan, pada tingkat popularitas calon, setiap responden memiliki hak memilih sebanyak jumlah daftar calon sebanyak 37 tokoh.

Dari 37 tokoh tersebut, sambungnya, dikerucutkan lagi menjadi 20 besar yang terpopuler yang dimana itu didominasi didominasi tokoh dari partai politik yang pernah mengikuti kontestasi pilkada dan pileg pada pemilu lalu.

“Sementara 17 tokoh lainnya terdiri dari tiga cluster, cluster pertama adalah anggota legislatif yang menjabat pada tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Cluster kedua adalah tokoh sentral partai politik di tingkat kabupaten dan provinsi. Kemudian cluster ketiga adalah eks calon bupati dan wakil bupati yang gagal terpilih pada pilkada 2018,” terang Yus.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *