Budidaya Tanaman Hias Ala Santri Ponpes Al-Ghazaly

Headline, Kota Bogor1.6K views

BOGORONLINE.com, Tanah Sareal – Setelah sukses dengan budidaya sayuran hidroponik, para santri Pondok Pesantren Al-Ghazaly, kini merambah usaha tanaman hias. Para santri yang tergabung dalam kelompok tani ABN Farm membudidayakan tanaman hias dengan memanfaatkan sebagian lahan green house.

Penanggungjawab Green House, Ferdy Sugianto mengatakan, budidaya tanaman hias baru dimulai sejak sebulan lalu memanfaatkan sebagian lahan green house. Hal ini juga dilakukan setelah melihat peluang pasar dan tanaman hias saat ini sedang tren.

“Ini baru sebulan. Awalnya ini untuk pembibitan sayuran hidroponik, pas dilihat ternyata masih banyak ruang yang kosong, akhirnya kita inisiatif dimanfaatkan untuk tanaman hias. Jadi pembibitan sayuran ada, sebagian untuk tanaman hias,” ujarnya saat ditemui di Ponpes Al-Ghozali, Rabu (27/10/2021).

Dalam budidaya tanaman hias, Ferdy mengatakan, tehnik perbanyakan tanaman menerapkan cara setek. Namun teknik setek atau stek ini dipadukan dengan teknik hidroponik agar pertumbuhan akar yang cepat.

“Kalau kita distek. Hasil stek dimasukan ke pot yang diberi mos. Kemudian dimasukkan ke hidroponik. Setelah tiga minggu, baru dipindahkan ke pot, dimasukkan ke sini (green house). Di hidroponik itu lebih cepat tumbuh akarnya dibandingkan di tanah,” paparnya.

Di green house dengan luas 4×6 meter yang terletak di area Ponpes Al-Ghazaly, Kelurahan Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, saat ini telah menghasilkan perbanyakan pelbagai jenis tanaman hias. Mulai dari Aglonema, Philodendron, Scindapus dan lainnya.

“Yang sekarang ada 250 pot, memang belum maksimal karena kita masih baru, sebenarnya ini bisa menampung 300 sampai 400 pot. Tapi itu semua sudah siap jual,” kata Ferdy.

Dijelaskan, semua aktivitas pertanian di green house ABN FARM dikelola oleh dua santri tetap dan dibantu 40 santri yang terdiri dari 20 santriwati dan 20 santriawan. Para santri ini melakukan aktivitasnya secara bergantian.

“Kegiatan ini fungsinya yang pertama untuk membantu ekonomi pesantren. Kedua, memberikan pengalaman kepada santri-santri, sehingga ketika lulus tidak hanya kemampuan agama saja tapi pertanian juga didapat santri,” katanya kembali.

Ferdy menjelaskan, dalam budidaya tanaman hias agar hasilnya sesuai dengan keinginan tentunya perawatan dilakukan dengan baik dan intensif. Ada baiknya juga komposisi media tanam terdiri dari sekam bakar, sekam mentah, cocopeat dan pupuk kandang.

Bahan-bahan tersebut dicampurkan dengan perbandingan 1 sekam bakar, 1 sekam mentah, 1 cocopeat dan 2 pupuk kandang bisa dari hewan ternak kambing. Selanjutnya agar pertumbuhan akar tanaman baik ditambahkan cacahan daun bambu kering di bagian atas media tanam.

“Sementara penyiraman air nutrisi bisa seminggu sekali. Kalau di sini secara manual. Kemudian penyiraman nutrisi khusus daun tiga kali dalam sebulan dengan cara disemprotkan. Ini bagusnya dilakukan dari jam 7 sampai 9,” tambahnya.

Selain penyiraman nutrisi, masih kata Ferdy, penyiraman air rutin untuk menjaga kebutuhan air pada tanaman. Di green house ABN Farm sendiri penyiraman air disemprotkan menggunakan mesin pompa.

“Untuk air baku seminggu dua kali. Bagusnya, saran saya pagi hari sekitar jam 7. Jangan terlalu basah karena bisa terjadi pembusukan di bagian akar, tapi jangan terlalu kering juga. Jadi harus dicek, kering atau basah,” jelas Ferdy.

Ia menandaskan, ABN Farm telah bekerjasama sebagai mitra usaha terkait pemasaran produksi tamaman hias. Diluar itu, ABN Farm juga membuka layanan secara online dan pembelian langsung bagi warga di Ponpes Al-Ghozaly.

“Yang di sini dikhususkan untuk ibu-ibu pengajian, ibu-ibu sekolah dan warga sekitar. Jadi kita terbuka dan harganya ekonomis,” tandas santriawan berusia 21 tahun itu. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *