BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Layanan bus bersubsidi dengan skema Buy The Service (BTS) yang digagas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan diuji coba mengaspal di Kota Bogor di koridor 5. Rencananya, 10 bus Trans Pakuan yang diuji coba tahap perdana pada 2 November 2021.
“Rencananya uji coba pada hari Selasa, di Balaikota Bogor meluncur 10 bus. Kami juga sambil memberikan sosialisasi secara faktual dan mudah-mudahan masyarakat tahu dengan hadirnya bus ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo, Minggu (31/10/2021).
Ke 10 bus pada koridor 5 ini melayani rute Ciparigi, Warung Jambu, Ahmad Yani, Air Mancur, Fly Over Martadinata, Merdeka, Jembatan Merah dan Stasiun Bogor. Kemudian dari Stasiun Bogor kembali lagi menuju Ciparigi melalui Jalan Juanda, Sudirman, Pemuda, Warung Jambu, Sholeh Iskandar, Talang, Simpang Pomad.
Ia menambahkan, program BTS secara bertahap selanjutnya akan beroperasi di koridor lain hingga totalnya berjumlah 49 bus Trans Pakuan pada tahun ini. Sementara dari 75 bus yang beroperasi, 26 bus sisanya bertahapbtahun depan untuk melayani koridor 3 dan 4.

Eko menjelaskan, pada masa uji coba masyarakat yang menggunakan moda transportasi massal ini akan digratiskan sampai akhir Desember 2021. Masyarakat juga bisa mengetahui informasi layanan bus BTS di aplikasi Bus Kita.
“Jika ingin naik bisa di-download aplikasi dulu atau bisa ke titik-titik (pemberhentian) jika tidak ada handphone,” kata Eko.
Bus berukuran sedang ini memiliki kapasitas penumpang 35 orang terdiri dari 20 tempat duduk dan 15 berdiri dengan jam operasional mulai pukul 05.00 sampai 21.00 WIB.
Dari sejumlah 49 bus, ia mendapat informasi bahwa akan tersedia bus yang diperuntukkan untuk disabilitas kurang lebih 4 atau 5 unit. “Jadi untuk disabilitas beda. Nanti tinggal untuk naiknya ada peralatan khusus bus disabilitas. Bus juga ada rak khusus sepeda di depan bus, dan informasi dari teman-teman PDJT juga ada lampu UV untuk mengurangi dapat virus,” ungkapnya.
Eko juga mengatakan, untuk infrastruktur shelter sampai saat ini masih terus berjalan pembangunannya dan sesuai kontrak hingga November mendatang. Diluar shelter, sambungnya, ada belasan titik pemberhentian yang berada di jalur yang dilintasi oleh bus.
“Malam ini rencananya akan ada uji coba untuk memaksimalkan informasi teknologi di koridor 5. Jadi, misalnya berhenti di halte Ahmad Yani, itu diinformasikan,” imbuh Eko.
Bus ini disediakan operator pemenang lelang, yakni Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (BPTJ) yang melakukan konsorsium dengan Kodjari dan Lorena.
Di Kota Bogor, ujarnya, program ini dengan sistem konversi menggantikan 3 angkot menjadi 1 bus Trans Pakuan. Dengan 49 bus, maka akan menggantikan 147 angkot sampai akhir 2021. Selanjutnya 78 angkot akan menjadi 26 bus pada 2022.
Namun demikian, dikatakan Eko, keberadaan angkot masih tetap ada yang nantinya masuk program BTS feeder (angkutan pengumpan). “Setelah ini, rencana kami ada program BTS feeder yang dikhususkan untuk angkot,” tandas Danjen sapaan akrabnya. (Hrs)





