by

Bromelia Aeropress Championship, Cetak Barista Handal Populerkan Kopi Lokal

Cisarua – Ajang Bromelia Aeropress Championship yang digelar Bromelia Coffe bersama Komunitas Puncak Menyeduh diharapkan mampu melahirkan barista-barista handal dan mengangkat popularitas kopi lokal. Kejuaraan menyeduh kopi secara manual dengan tema brew battle pada 10 November ini melibatkan 48 barista dengan materi kopi Bogor dari hulu ke hilir.

Salah satu insiator Bromelia Aeropress Championship, Fahmi Vahlevi Haetami mengatakan, kejuaraan ini sengaja diadakan pada 10 November sekaligus memperingati Hari Pahlawan. “Alhamdulillah peserta sangat antusias, terbukti banyak yang datang dari luar Bogor, bahkan luar Jawa Barat,” ujar lelaki yang karib disapa Ami.

Kejuaraan yang juga didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ini berlangsung di Bromelia Coffe, Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor sejak pagi hari. Sebanyak 48 barista yang ambil bagian dalam kejuaraan ini berasal dari wilayah Jabodetabek hingga wilayah-wilayah lainnya seperti Tasik dan Kudus.

Mereka beradu keahlian menyeduh kopi secara manual memanfaatkan tekanan udara untuk menghasilkan ekstraksi seduhan kopi. Turnamen berlangsung sengit hingga malam hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Juri yang dihadirkan pun tak main-main. Ada nama Billy Bramandika yang pernah menyabet juara pertama kejuaraan nasional aeropress 2019. Ada juga Eka Pramudita (Q Grader), Tedy Firmansyah dan Satrio Harso dari Puncak Menyeduh dan Naufal Iza Aberddeen.

Tak kalah penting, selain memunculkan barista-barista hebat, kejuaran ini dimaksudkan untuk mengangkat kopi lokal, khususnya di Jalur Puncak Bogor agar lebih dikenal. Owner Bromelia Coffe ini ingin kopi-kopi produksi kawasan Puncak seperti Kopi Paseban dan lainnya mampu bersaing karena kualitasnya juga sudah teruji.

“Di kejuaraan kali ini juga kita pakai kopi lokal, Kopi Paseban. Mungkin kalau dibanding wilayah lain seperti Bandung, Jalur Puncak ini belum terlalu terkenal kopinya. Padahal kopi prosuksi Puncak bagus-bagus, makanya kita ingin Jalur Puncak juga terkenal wisata kopinya,” harapnya.

Kejuaran ini juga diisi berbagai acara lainnya yang tak kalah menarik. Ada sesi diskusi soal industry kopi dari hulu sampai hilir yang melibatkan penggiat kopi dan instansi terkait mewakili pemerintah. Ada juga mini expo yang menyajikan kopi-kopi hasil produksi kopi di Jalur Puncak.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan yang dinobatkan sebagai Bapak Kopi Kabupaten Bogor ini sangat mengapresiasi Bromelia Aeropress Championship 2021. Menurutnya, acara semacam ini patut didukung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap ambil bagian untuk menjadikannya agenda rutin.

“Ketika hobi jadi profesi akan jadi seru, event ini sampai diikuti oleh peserta di luar Kabupaten Bogor. Memang tidak diragukan lagi kalau kopi bisa perkuat talisilaturahmi, buat orang jadi ngumpul di satu tempat. Saya berharap Puncak Bogor ini harus menjadi produsen kopi yang besar dan lahir barista-barista muda yang hebat,” ujar Iwan.

Saat berkeliling melihat stand-stand yang menyajikan hasil produksi kopi, Iwan tertarik dengan salah satu mesin roasting karya putra Cisarua. Mesin roasting tersebut dirakit sendiri dengan teknologi yang mumpuni dan sangat membantu para petani kopi.

“Ada yang unik tadi, saya melihat mesin roasting kopi karya anak Cisarua, nama perakitnya Mas Ratno asal Kampung Ciburial yang merakit mesin roasting kopi sendiri. Keren, ini harus dikembangkan untuk mempermudah para petani kopi meroasting kopinya sendiri, mengingat mesin kopi di pasaran yang cukup mahal harganya,” tandasnya. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *