by

Pastikan Pengurus  Tak Terlibat Paham Radikalisme dan Terorisme, Mukri Aji : Kita Selektif!

 

Cibinong – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Ahmad Mukri Aji memastikan pengurusnya tidak terlibat terorisme.

Pengakuan itu ia sampaikan lantaran mekanisme penjaringan pengurus MUI Kabupaten Bogor hingga desa dilakukan dengan sangat ketat untuk mengedepankan kualitas pengurus dan mencegah adanya pengurus yang berpaham radikal, intoleran dan terlibat terorisme.

“Kita antisipasi adanya paham-paham radikalisme dan terorisme melalui penjaringan yang ketat sebelum diangkat menjadi pengurus. Seperti memvalidasi biodata dia, pendidikan, tempat tinggal, lingkup pergaulan, dan lain-lainya,” kata dia, Kamis (18/11).

Ia juga memastikan anggota atau pengurus MUI Kabupaten Bogor hingga desa memiliki kecintaan terhadap Indonesia atau nasionalis dan tidak bersebrangan dengan asas negara kesatuan republik Indonesia, Pancasila dan UUD 1945.

“Untuk pengurus di Kabupaten Bogor, biasanya kita hadirkan dari organisasi Islam seperti Nahdatul Ulama, Muhamadiyah, PUI, Mathla’ul Anwar atau kita ambil dari MUI kecamatan yang sudah senior yang minimalnya ustad atau kiyai yang sudah S1. Tentunya harus yang Nasionalis dan agamis,” katanya.

Kendati demikian, MUI Kabupaten Bogor terus mengantisipasi adanya masukan atau paham-paham radikal yang masuk ke dalam tubuh MUI Kabupaten hingga desa di Kabupaten Bogor.

“Kita tetap waspadai sekecil apapun potensi adanya pemahaman seperti itu, karena pengaruh ini bisa masuk kapan saja waktunya,” paparnya.

Antisipasi itu juga dilakukan melalui briefing rutin komisi-komisi yang ada di pengurusan MUI Kabupaten Bogor dan pengurus MUI kecamatan.

“Kita juga baru saja melakukan pembinaan-pembinaan di 40 pengurus MUI kecamatan dengan desanya. Kita sudah rutin lakukan pembinaan bahkan sebelum kasus Ahmad Zain An Najah terkuak,” jelas dia.

“Mata kita terus patau jangan sampai kecolongan. Kalau ada yang teridentifikasi gaya-gaya ISIS, radikalis, dan intoleran kita akan non aktifkan di tengah jalan. untuk apa orang-orang seperti itu!,” tegasnya.

Sebagai informasi, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap Ahmad Zain An-Najah, anggota Komisi Fatwa MUI Pusat pada Selasa (16/11). Ia diduga sebagai jaringan teroris Jamaah Islamiyyah (JI). Kepengurusan Zain An-Najah saat ini telah dinonaktifkan oleh MUI Pusat.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *