by

Terdampak Ekonomi dari Proyek Surken, Sepakat Ngadu ke Komisi II

BOGORONLINE.com, Tanah Sareal – Komisi II DPRD Kota Bogor menerima aspirasi dari warga yang bergabung dalam Sekretariat Paguyuban Kampung Tengah (Sepakat). Aspirasi itu berkaitan dengan penataan lanjutan kawasan Suryakencana yang saat ini tengah proses pembangunan.

Mardi Lim, perwakilan Sepakat, mengungkapkan, ada beberapa hal menjadi keberatan warga yang disampaikan kepada anggota DPRD di Komisi II. Diantaranya warga dan pelaku usaha terdampak secara ekonomi dari proses pembangunan tersebut.

“Kita tahu bahwa perubahan-perubahan fisik di lapangan itu ternyata dampaknya luar biasa negatif untuk istilahnya daya dukung para pedagang dan pelaku usaha. Contohnya, masalah deadline pengerjaan betonisasi disosialisasikan 14 hari selesai, tetapi ternyata bisa diprediksi 40 hari baru selesai. Jadi ada selisih satu bulan ini luar biasa kerugian buat kawasan niaga ini sangat terdampak,” kata Mardi Lim usai pertemuan, Kamis (18/11/2021) di gedung DPRD Kota Bogor.

Ia melanjutkan, persoalan lain ialah kurangnya komunikasi yang baik kepada masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kedua, banyak sekali kegiatan eksekusi di lapangan yang tidak disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Orang yang istilahnya ngejar waktu, kemudian tiba-tiba mau masuk Jalan Roda ditutup, diminta putar lagi ke SSA (sistem satu arah) dan sebagainya, sedangkan perencanaan di Suryakencana sendiri belum rampung,” ungkapnya.

Mardi Lim mengakui bahwa pihak terkait telah melakukan sosialisasi secara global di akhir Januari. Disisi lain, pihaknya juga sudah mencoba menjembatani untuk membuka ruang dialog agar pembangunan ini bisa dimatangkan secara bersama, akan tetapi apa yang menjadi keinginan untuk disesuaikan dengan karakter kawasan tak kunjung diakomodir oleh dinas terkait.

“Sampai bulan Agustus kang Bima (wali kota Bogor) mencoba membuka dialog juga dengan mengundang perwakilan itupun sama, jadi apa yang menjadi keberatan warga yang mana kami ingin memberikan usulan sesuai dengan karakter kawasan itu tidak diakomodir oleh PUPR dengan alasan 1, 2 dan sebagainya,” tandas Mardi Lim.

Untuk ini, pihaknya ingin melihat percepatan dalam pembangunan tersebut karena hal ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak.

“Jadi jangan main-main dengan mengubah tatanan di kawasan ekonomi, tapi tidak betul-betul dengan matang melakukan manajemen proyek, komunikasi, transparansi dengan baik. Itu menurut saya perlu menjadi penekanan bersama,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi II Safrudin Bima menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat beberapa aspirasi yang disampaikan para pedagang di kawasan Jalan Suryakencana. Menurutnya, pembangunan dengan nilai kontrak Rp29,6 miliar dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) bertujuan untuk membangkitkan dan juga memperkuat ekonomi. Namun sekarang mereka dampaknya mengalami kendala dalam perekonomian.

Safrudin mengatakan bahwa kawasan itu merupakan pusat perdagangan. Sehingga dengan proses pengerjaan betonisasi seperti dikatakan mereka melewati waktu penyelesaian dapat dibayangkan dampaknya bagi mereka.

“Pengerjaan betonisasi itu diperkirakan disampaikan 17 hari, ternyata sampai 40 hari di lapangan, bayangkan kalau 40 hari pedagang itu istirahat dagang sementara Covid-19 ini baru sembuh, terus mereka diperpanjang situasi ini,” kata Safrudin.

Untuk langkah awal menindaklanjuti aspirasi Sepakat, pihaknya akan segera melakukan rapat internal Komisi II. Jika memungkinkan, kata Safrudin, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait, camat, lurah, termasuk kontraktor pelaksana.

Selain itu, pihaknya berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek.

“Kita juga akan sidak (inspeksi mendadak). Suryakencana ini, orang dari dulu sudah tahu pusat perniagaan. Artinya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di Suryakencana ini harus meningkatkan kemampuan perniagaan bukan malah sebaliknya,” tandas politisi PAN itu didampingi Anggota Komisi II Mahpudi Ismail dan Ujang Sugandi. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.