Cibinong – DPRD Kabupaten Bogor menolak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di kecamatan Rumpin.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyebut, lokasi rencana pembangunan TPST yang berada di antara dua Desa itu sudah terlebih dahulu direncanakan untuk pembangunan sirkuit atau road race.
“DED (Detail Engineering Design) untuk sirkuit sudah jadi, kalau sudah dibuat DED-nya untuk sirkuit lalu ada wacana untuk TPST, ini akan membuat kerugian negara,” kata Rudy saat menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) di Ruang rapat serbaguna, DPRD kabupaten Bogor, Senin (27/12).
“Anggaran sudah dikeluarkan untuk membuat DED, tapi disitu juga digunakan untuk TPST, saya rasa tidak nyambung nyambung,” lanjutnya.
Dia mengaku, atas kekeliruan itu, DPRD kabupaten Bogor akan memanggil dinas terkait dan stakeholder yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan kepada DPRD kabupaten Bogor dan HMR.
“Besok sama minta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan olahraga, Camat Rumpin, dan dua Kades Rumpin dan Kades Kampung Sawah untuk dipanggil menyelesaikan ini,” katanya.
Selain itu, ia mengaku, tidak ingin kabupaten Bogor terkenal sebagai kawasan pembuangan sampah. Ia mengaku akan tegas menolak jika wacana pembangunan TPST Rumpun itu terus bergulir.
“Kita tidak ingin kabupaten Bogor ini menjadi kota sampah, di wilayah Leuwiliang kita punya TPT Galuga dimana mayoritas yang sampah di galuga bukan sampah kabupaten Bogor, tapi kota Bogor, kemudian di Nambo, terus jika ada wacana dibangunkan di Rumpin, tentu kami menolak,” katanya.
Sementara, Ketua HMR, Ibnu Sakti Mubarok menduga ada permainan antara Dinas Lingkungan Hidup dengan beberapa orang yang berkepentingan dalam rencana pembuatan TPST itu.
“Karena DLH dalam sosialisasinya, tidak melibatkan keseluruhan elemen masyarakat, seperti pemuda dan stakeholder lainnya. Ruang-ruang demokrasi dan keterbukaan itu yang kami harapkan, sehingga kegiatan pemerintahan semuanya dilibatkan. HMR kompak menolak TPST. Saya harap ketua DPRD, Wakil komisi III, pak Aan, dan pak Daen bisa sampaikan aspirasi kita dan membatalkan rencana TPST,” katanya.





