BOGORONLINE.com, Bogor Barat – Komisi II DPRD Kota Bogor menyambangi RSUD Kota Bogor, untuk mengecek kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bogor itu. Kedatangan anggota legislatif Kota Bogor disambut dengan panjangnya antrean para pasien rawat jalan di lorong RSUD.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy didampingi Sekretaris Komisi II Lusiana Nurissiyadah dan anggota Komisi II Mahpudi Ismail, Safrudin Bima dan Ujang Sugandi langsung mendatangi lokasi antrean untuk berbincang dengan warga.
Selepasnya, rombongan Komisi II berkeliling ke bagian pendaftaran rawat inap, IGD dan melihat proses medical check up yang ada di RSUD Kota Bogor.
Safrudin Bima menerangkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelayanan RSUD dibeberapa titik masih kurang petugas yang membantu masyarakat untuk mengisi dokumentasi.
“Tadi ada beberapa warga yang tidak mengerti proses pengisian dokumentasi tapi tidak ada petugas yang membantu. Seharusnya di setiap titik pelayanan ada petugas yang membantu mengarahkan warga. Ruang pendafatran IGD juga perlu ditambah petugas bukan hanya sekuriti yang memandu form isian pendaftaran, tapi bagian pelayanan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan” ujar Safrudin.
Tak hanya itu, Safrudin menyinggung soal antrean di lobi RSUD Kota Bogor untuk proses rawat jalan. Dimana menurutnya, dengan jumlah antrean yang mencapai 1.200 orang setiap harinya, seharusnya bisa menyediakan tempat yang lebih layak, sehingga tidak terjadi penumpukan di lobi.
“Masalah penumpukan di lobi juga harus diurai, agar lebih tertata dan pelayanan bisa maksimal,” kata Safrudin.
Dilokasi yang sama, Mahpudi mempertanyakan berkaitan ketersediaan tempat tidur di RSUD Kota Bogor. Pasalnya, ia selalu mendapatkan aduan dari konstituennya tentang sulitnya mendapatkan kamar.
“Dulu kan kami pernah dijanjikan bahwa warga Kota Bogor akan diprioritaskan untuk mendapatkan kasur. Tapi kenyataannya sekarang malah saya dapat aduan warga sulit mendapatkan kamar, ini yang akan kami evaluasi,” ujarnya.
Sementara Rusli menambahkan bahwa Komisi II DPRD Kota Bogor akan terus melakukan evaluasi terhadap RSUD Kota Bogor. Tidak hanya dari segi pelayanan, tetapi juga perihal pendapatan dan rencana perluasan RSUD.
“Tentu kami akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat maksimal. Mulai dari pelayanan, pendapatan dan rencana pengembangan,” kata Rusli. (Hrs)





