Resah, Warga Mempertanyakan Status Perumahan GPM Setu

Daerah, Headline2.3K views

BOGORONLINE.com, CIKARANG – Warga Perumahan Griya Pratama Mas (GPM), Kampung Sadang Desa Cikarageman Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi mulai resah. Keresahan disebabkan status perumahan yang mereka huni berpuluh – puluh-tahun tak kunjung diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Perumahan yang dibangun tahun 1994 oleh Pengembang Pt Galih Surya Wisesa diatas lahan 15 hektare lebih itu, kondisinya mulai memprihatinkan. Drainase sebagian tidak berfungsi dan jalan mulai rusak, memperparah kondisi perumahan.

Warga menilai, pengembang terkesan lepas tangan dengan alasan, dananya terlalu besar untuk mengurus persyaratan yang diminta pemda. Bahkan, dianggap terjadi pembiaran oleh pengembang, sehingga lingkungan menjadi kumuh dan kotor.

Keresahan warga, dipicu pernyataan Pendamping Desa, Johan saat Musyawarah Dusun (Musdus) di Dusun 1, Kampung Sadang. Di depan Kepala Desa Markun Hidayat, para Ketua RT dan RW serta anggota BPD, Johan mengatakan, perumahan yang belum diserahkan ke pemda, tidak bisa menerima bantuan. Kalau ada perumahan yang belum diserahkan ke pemda menerima bantuan, pemerintahnya dapat diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pernyataan Pendamping Desa, saya dengar langsung waktu musdus. Banyak yang hadir, termasuk beberapa ketua RT dari GPM,” kata Ketua RW 07, Sukarna di Sadang.

Direktur Pt Galih Surya Wisesa, H. Rochman mengakui belum menyerahkan perumahan yang dikelola ke Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hal itu disebabkan, kondisi keuangan akibat krisis moneter tahun 1998 lalu yang berdampak dahsyat terhadap dunia properti termasuk perusahaannya.

“Memang belum diserahkan ke pemda, karena biayanya terlalu besar. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, harus mengeluarkan dana sampai ratusan juta rupiah,” kata Direktur Galih Surya Wisesa, Rochman di kantor pemasaran, Sabtu (18/12)

Lanjut dia, akibat krisis moneter, dirinya sulit mengatur keuangan perusahaan miliknya. “Banyak sertifikat yang belum ditebus pemiliknya, masih ratusan. Kalau itu ditebus, saya akan membantu keluhan warga,” tandas Rochman. (Soeft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *