BOGORONLINE.com, Bogor Utara – Mata uang kripto atau crypto currency belakangan ini semakin meningkat popularitasnya di tingkat internasional dan begitu juga di Indonesia.
Terbilang untuk saat ini telah hadir belasan ribu mata uang kripto di pasaran dan investor asset kripto di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5 juta orang. Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Di Indonesia, ada beberapa mata uang kripto dari Anak Bangsa, dan di antaranya telah menggunakan teknologi blockchain. Salah satunya SPY yang merupakan kependekan dari SmartyPay.
Founder dan CEO SPY, Yanton Wirawan mengatakan, SPY diluncurkan sekitar Juli lalu dan peminatnya semakin meningkat. Pada periode pra penjualan (pre-sale), sudah ada lebih dari 2.400an holders SPY yang tercatat di Binance Smart Chain (BSCscan).
Bahkan, komunitas peminat SPY di Indonesia yang bergabung di platform percakapan online Telegram telah melebihi 2.400an anggota, sementara jumlah anggota komunitas SPY di tingkat global jumlahnya telah melebihi 11.000an anggota.
“Komunitas SPY di Telegram dalam minggu ini juga mulai merambah ke negara-negara lain, seperti Turki, RRT, India, Srilanka, Bangladesh,” kata Yanton saat grand launching SPY di Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Jum’at (24/12/2021).
Ia melanjutkan, bahwa SPY telah melantai di empat bursa trading atau exchanger mata uang kripto, yaitu di DigiAsset Indonesia serta di bursa luar negeri, seperti di HotBit, CoinsBit, dan CoinTiger.
Bisa dipastikan, kata Yanton, peminat SPY akan meningkat pesat karena mereka bisa membeli langsung di platform perdagangan online apalagi SPY telah lolos audit keamanan Smart Contract dari perusahaan audit, Techrate. SPY juga di Desember ini akan dipasarkan di exchanger Latoken dan BKEX.
“SPY mampu menarik perhatian para peminat mata uang kripto, meskipun baru diluncurkan tiga bulan yang lalu. Hal tersebut dikarenakan SPY didukung dengan teknologi blockchain dan proyek aset yang telah lebih dulu berjalan sejak 4 tahun lalu,” kata Yanton.
Dirinya telah mempersiapkan proyek aset sejak 4 tahun lalu di Kota Bogor berupa usaha perdagangan retail dan grosir dengan menggabungkan konsep berbelanja offline serta online. Perusahaan tersebut adalah PT. Smarty Sejahtera Indonesia (Smarty), yang mengintegrasikan berbagai sistem transaksi dengan platform digital untuk mengubah pengeluaran menjadi penghasilan agar lebih menguntungkan bagi pelaku usaha dan juga konsumen.
Konsep berbelanja didukung dengan jaringan warung serba ada di beberapa kota, platform belanja digital di Google Play, marketplace dan aplikasi toko kasir (Point of Sales) Smarty yang semuanya telah terintegrasi.
“Kini setiap orang yang menggunakan POS Smarty untuk bertransaksi, akan mendapatkan imbal berupa poin yang bisa dikonversi menjadi SPY sehingga potensi keuntungan menjadi semakin besar,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Smarty memperkenalkan berbagai fitur mulai POS Mini yang bisa digunakan untuk pelaku usaha hanya dengan menggunakan smartphone android-nya, serta teknologi Decentralize Finance (DeFi) dan kartu Non-Fungible Token (NFT) yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik atau holder SPY untuk mendapat tambahan aset kripto.
Yanton menambahkan, bahwa Smarty juga berencana akan mengembangkan Play to Earn (P2E) gaming. Semua fitur tersebut akan menjadi keunggulan dari Smarty dan Token SPY.
“Smarty secara formil juga akan meluncurkan Token SPY yang telah beredar sejak Juli lalu,” tandasnya. (*/Hrs)





