Dikukuhkan, Arif Satria Perkuat Peran ICMI

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021 – 2026 resmi dikukuhkan, pada Sabtu (29/1/2022) di gedung IPB International Convention Center, Kota Bogor.

Acara dengan tema “Transformasi ICMI menuju Indonesia Emas 2045” ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor. Setelah prosesi pengukuhan, Majelis Pengurus Pusat ICMI melanjutkan agenda rapat kerja nasional.

“Dalam rakernas kita akan membahas program-program unggulan ICMI ini tentu memiliki tiga napas, yakni napas keislaman, napas keindonesiaan dan napas kecedikiawaan,” kata Ketua Umum ICMI Arif Satria seusai acara pengukuhan.

Disamping itu, di bawah kepemimpinannya, ia juga akan memperkuat empat peran ICMI. Pertama, ICMI menjadi solusi dan inspirasi bangsa. Kedua, ICMI menjadi rumah besar umat Islam. Ketiga, ICMI harus mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dan keempat, ICMI mempelopori gagasan dan gerakan agenda aksi untuk pembangunan.”

Arif mengungkapkan, ada hal yang penting juga menjadi sorotan Kepala Negara, bahwa ICMI harus hadir dalam tranformasi bangsa ini. Ia menyampaikan ICMI bakal merumuskan agenda-agenda yang fokus kepada bagaimana mengafirmasi 40 persen masyarakat terbawah baik dalam konteks pendidikan, kesehatan dan sebagainya harus didampingi ICMI.

“Karena mayoritas ada di desa, kita akan menjadikan desa sebagai tempat pengabdian ICMI hari ini dan di masa mendatang, karena desa menyimpan sejumlah masalah, tapi desa juga menyimpan sejumlah potensi. Oleh kerena itu, kita akan menggandeng perguruan tinggi sebagai gudang inovasi,” paparnya.

Selanjutnya, masih kata Arif, hal yang diperlukan, yaitu menjembatani hilirisasi inovasi agar dapat berjalan dengan baik dan proses kegiatan ekonomi yang ada di desa benar-benar menggeliat.

Untuk mewujudkan gagasan transformasi tersebut, sambungnya, ICMI tidak bisa berjalan sendiri. Selain menggandeng perguruan tinggi, juga harus bergandengan dengan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam konteks pendidikan, Arif yang juga rektor IPB mengatakan, sekarang ICMI harus mencoba memikirkan mengenai bibit-bibit tidak unggul. Sebab, selama ini perguruan tinggi fokus pada bibit-bibit unggul.

“Saya di IPB dan beberapa rektor IPB kita selalu mencari bibit-bibit unggul. Nah bagaimana kita sekarang memikirkan orang-orang tidak unggul dan secara ekonomi tidak beruntung. Ini salah satu masalah yang tersisa yang harus kita selesaikan, yaitu menyelesaikan masalah anak-anak lulusan SMA yang mau kuliah tidak punya uang dan tidak diterima di mana-mana,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mengembangkan akses pendidikan yang ada di masyarakat. Karena secara persentase APK baru 35 persen belum mencapai 50 persen sehingga harus dilakukan peningkatan APK.

“Untuk lokasi sedang kita rumuskan dan dicarikan. Kita tentunya bermitra dengan perusahaan-perusahaan industri yang ada yang memang membutuhkan tenaga kerja, sehingga sekolah-sekolah akan kita bangun di lokasi-lokasi industri. Mudah-mudahan, kalau ini terjadi, saya kira sekali lagi ini mampu membantu menyelesaikan 40 persen masyarakat terbawah yang saat ini tidak punya akses,” pungkasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *