BOGORONLINE.com, Lumajang – Doa setelah belajar mengaji, tanda berakhirnya kegiatan mempelajari ilmu agama di Musala Nurul Aulia Allah, Dusun Banjarrejo, Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Mereka langsung menghampiri sekelompok pemuda yang sudah menunggu di lapangan, Sabtu (8/1/2022). Beberapa anak lainnya lari-lari kecil diantar orang tua. Anak-anak itu merupakan korban terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, pada 4 Desember 2021 lalu.
Puluhan bocah itu kemudian berkerumun dan membentuk formasi berbaris. Celotehan ala anak-anak membuat suasana cair. Tidak ada jarak antarmereka. Seolah-olah anak-anak dan tim PEKA PWI Kota Bogor sudah kenal lama.
Gelak tawa dari anak-anak menyeruak tanpa dikomando. Anak-anak berusia 4 hingga 12 tahun itu langsung larut dalam permainan yang dirancang tim PEKA PWI Kota Bogor.
Ada sekitar 40 anak, ditangani lima tim. Anak-anak langsung bermain riang gembira. Seperti permainan kekompakan berkelompok hingga tes hafalan surat pendek dan doa harian.
Adalah Rizky Dewantara, yang hadir bersama tim PEKA PWI Kota Bogor memberikan trauma healing untuk bisa kembali melihat canda dan tawa anak-anak di Dusun Banjarrejo.
“Kegiatan ini untuk memacu kegembiraan anak-anak yang terdampak juga ketebalan rohani mereka,” ujar Dewantara yang akrab disapa Tompel.
Di akhir pertemuan, anak-anak diminta untuk berbaris kembali untuk menerima bingkisan. Bingkisan ini merupakan bantuan sumbangan dari Perumda Tirta Pakuan dan para donatur asal Kota Bogor. (*/Hrs)






