Naik Status, DPKP Kota Bogor Banyak Terima Laporan Penyelamatan Warga

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor menyatakan pihaknya banyak menerima laporan warga terkait penyelamatan di wilayah Kota Bogor, setelah naiknya status Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu.

Kepala DPKP Kota Bogor, Samson Purba mengatakan, bahwa hari ini setelah menjadi dinas, masyarakat menjadi mengerti bahwa tugas pemadam kebakaran (Damkar) tidak hanya memadamkan api, tapi ada hal yang memang dibutuhkan masyarakat setiap harinya yaitu penyelamatan.

“Setelah menjadi dinas, rata-rata satu kali dalam dua hari ada permintaan penyelamatan dari masyarakat. Dimulai dari adanya sarang tawon yang membahayakan masyarakat, penyelamatan kucing, rescue ular dan binatang liar serta yang paling banyak permintaan dari masyarakat adalah membuka cincin,” ungkap Samson kepada awak media, Minggu (22/1/2022).

Dan yang terayar, lanjutnua, pada pekan kemarin tentang keberadaan tiga monyet yang masuk ke pemukiman. Dengan kesigapan petugas, sambungnya, monyet berekor panjang tersebut sudah berhasil tertangkap meski dengan peralatan yang masih sederhana.

“Karena itu pengadaan peralatan penyelamatan, sangat dibutuhkan cepat, terlebih anggarannya tidak terlalu besar,” kata Samson.

Seperti dicontohkan olehnya, peralatan berupa tongkat penangkapan ular saat ini digunakan hanya buatan sendiri petugas Damkar.

“Untuk penyelamatan cincin juga sering dilakukan petugas kami, terakhir kemarin cincin ibu yang tengah hamil, saat naik berat badan cincin tidak bisa dibuka. Karena itu saya mengimbau agar saat tidur, cincin harus dilepas agar bisa terkontrol,” tuturnya.

Samson menjelaskan, sejauh ini petugas Damkar Kota Bogor masih memadai, hanya bagi petugas yang masih muda perlu ditingkatkan kemampuan. Total petugas Damkar yang ada 92 orang.

“Senior di sini senang berbagi ilmu, jadi kami adakan latihan dasar tiap hari Jumat. Berbagi ilmu penting, terlebih sekarang masih pelatihan penyelamatan, seperti menangkap hewan liar masih otodidak dan peralatan kami masih sederhana,” tandasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *