BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Pemerintah Kota Bogor kembali memberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan lanjutan Masjid Agung.
Sebelumnya, PT. Gelora Megah Sejahtera diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari sejak berakhirnya masa kontrak pada 17 Desember 2021.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pembangunan Masjid Agung mendapatkan perpanjangan waktu kedua hingga 5 Maret 2022. Hal itu disebabkan salah satunya faktor kelangkaan bahan enamel untuk atap masjid.
“Perpanjangan pertama sampai 5 Februari. Karena ada masalah teknis terutama produksi dari bahan enamelnya. Ini ada kelangkaan di situ. Sehingga kemudian berdasarkan aturan bisa diperpanjang untuk yang kedua kali,” katanya usai meninjau proyek Masjid Agung, Rabu (16/2/2022).
Soal keterlambatan enamel tersebut, dijelaskan Bima Arya, disanggupi produsen enamel dalam beberapa hari kedepan. Sehingga seluruh enamel sudah terpasang secara keseluruhan di rangka atap akhir Februari ini.
“Enamel ini semua ada 14.800 kebutuhannya, yang sudah terkirim 9.700, masih sekitar 5.000 lagi belum terkirim, dan disanggupi 4 hari kedepan kemudian langsung dipasang. Akhir Februari ini sudah tuntas untuk perpanjangan kedua ini,” tambahnya.
Sejauh ini, masih kata dia, progres pembangunan sudah mencapai 91 persen dari target mengalami deviasi positif 3,4 persen. Proyek senilai Rp 31 miliar dari APBD 2021 tersebut pembangunannya bakal dilanjutkan di tahun 2022.
APBD 2022 mengalokasikan untuk pembangunan lanjutan Masjid Agung sebesar Rp27 miliar. Bima Arya menargetkan dengan pembangunan lanjutan tersebut di akhir tahun ini Masjid Agung sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah.
“Sambil berlanjut, kegiatan pembangunan untuk 2022 sudah berjalan proses lelang konsultan pengawas. Sehingga, pelaksananan kita targetkan di bulan Maret atau April mulai lanjut lagi tahapan pembangunan. Mulai dari interior, lantai sampai tangga masuk,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pembangunan Masjid Agung akan disempurnakan pada 2023. Bima Arya menegaskan, ia akan terus lakukan pengawasan berkaitan dengan kegiatan pembangunan.
“Disempurnakan lagi di tahun 2023, luarnya. Saya awasi betul setiap progres pembangunannya,” ujarnya.
Dilokasi yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chuznul Rozaqi memaparkan, di masa perpanjangan waktu kedua ini tinggal menyisakan tahap finishing pemasangan enamel. Dalam waktu dekat ini, enamel tersebut sudah masuk untuk dipasang pada rangka atap.
“Enamel semuanya impor, dan cutting, gerinda, las sudah selesai, tinggal finishing pengecatan. Setelah selesai segera masuk ke proyek,” ujarnya.
Pihak Dinas PUPR tetap akan melakukan pemantauan dan pengawasan setiap harinya dengan harapan pekerjaan selesai sebelum Maret.
“Dari dinas memonitor terus. Saat ini, pekerja 3 shift sampai pukul 12 malam. Mudah-mudahan tidak sampai melewati bulan Maret. Akhir Februari ini tuntas semua,” tandasnya.
Dengan adanya perpanjangan waktu tersebut kontraktor dapat dikenakan denda atas keterlambatan penyelesaian.
“Jika 50 hari saja 1 per mil berarti Rp1,5 miliar, ditambah lagi sekarang kalaupun menyelesaikan, argo berjalan,” kata Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bangunan pada DPUPR Kota Bogor, Sultodi Mahbub. (Hrs)





