BOGORONLINE.com, Pamijahan – Maraknya kasus DBD diwilayan Kp.Babakan Rt.001/002 Desa Gunung Bunder 1-Pamijahan Bogor membuat khawatir masyarakat dan merasq resah adanya penyakit wabah DBD,Pasca merenggut dua nyawa anak usia dini,Perangkat RW dan RT serta warga bekerjasama dengan FKP3D Bogor untuk melakulan Fogging di lingkungan masyarakat Kp.Babakan Rt.001/002.
Haris Sukandar anggota FKP3D Bogor mengungkapkan dengan dilakukan Fogging ini bukan berati masyarakat terbebas dari ancaman DBD,masyarakat harus tetap menjaga pola kebersihan didalam rumah dan halaman rumah.
Pencegahan DBD katanya, tergantung masing-masing warga yang selalu memastikan rumahnya tidak ada sarang dan jentik nyamuk.
“Saya ingin Masyarakat harusnya masing-masing memberantas sarang nyamuk,” ujar haris”
Dia mengatakan, fogging akan terapkan atau diberlakukan ketika dalam satu wilayah ditemukan kasus DBD dengan tujuan menurunkan populasi nyamuk Aedes Aegypti dan nyamuk penyebab DBD lainnya.
“Kalau ditemukan kasus maka FKP3D Bogor siap untuk membantu masyarakat ketika dibutuhkan untuk fogging.
Haris melanjutkan, walaupun dalam suatu wilayah memiliki kasus DBD, tapi tidak memiliki gejala yang sama, misalnya wilayah tersebut bersih, tidak ada jentik nyamuk maka pihak FKP3D Bogor tidak akan melakukan fogging.
Sementara, Ketua Rukun Tetangga 001 Djohari menambahkan kasusu DBD ini merebah sejak tiga minggu terakhir dan merenggut dua anak usia dini, pada minggu pertama merenggut nyawa anak usia 2,5 Tahun dan minggu kedua merenggut anak usia 6 tahun.
“Disini, kami bersama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan pengorbanan dari FKP3D Bogor, tetap semangat dalam segala aktivitas Sosial kemanusiaan,” Djohari menutup. (Sep)





