MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA

Headline, Sosok1.7K views

Oleh: Yayat Supriyatna


Manajer Pendidikan SIT Asy – Syifa Qolbu dan Praktisi Pendidikan

Manurut Socrates, “bahwa orang cerdas bisa dilihat dari kemampuanya memilih, ia akan memilih sesuatu yang akibat dari pilihannya tidak buruk atau merugikan dirinya dan orang lain”. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang memiliki kehendak bebas untuk memilih, seharusnya ia sadar bahwa kebebasan untuk memilih itu tidak lepas dari konsekuensi. Kemampuan mengetahui dan memahami konsekuensi dari pilihannya akan membuat manusia hati – hati, arif dan bijaksana.
Pengertian kecerdasan menurut Sokcrates diatas dapat kita maknai lebih dalam dan luas. Untuk mengetahui konsekuensi dari setiap pilihan, ia memerlukan kecerdasan intelektual. Melalui kecerdasan intelektual, manusia bisa mengetahui mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk, dan mana yang tepat dan keliru. Membelah realitas menjadi dualitas seperti ini memerlukan alat yang canggih berupa ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan, manusia sulit dan bahkan mustahil bisa menemukan dan membedakan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk, dan mana yang tepat dan keliru. Menurut Ibn Khaldun: “maju dan mundurnya sebuah masyarakat akan sangat ditentukan oleh seberapa besar cintanya pada ilmu pengetahuan” untuk memotret seberapa cerdas masyarakat Indonesia, ini dapat dilihat dari survei yang menyatakan bahwa, kebiasaan membaca masyarakat Indonesia baru 0,001% atau hanya 1 orang dari 1000 orang Indonesia yang suka membaca. Kebiasaan membaca masyarakat Indonesia tertinggal hampir 40 tahun dari negara maju. Jadi, seberapa dalam, tinggi, dan luas cintanya pada ilmu akan menentukan seberapa maju masyarakat tersebut.. Lembaga Pendidikan dari mulai Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi merupakan kawah candradimuka intelektualisme yang seharusnya didalamnya tumbuh budaya baca yang tinggi. Namun, dari fakta fakta diatas menunjukan bahwa rendah dan lemahnya budaya baca masyarakat Indonesia memperlihatkan bahwa budaya baca dilingkungan Pendidikan masih sangat rendah dan lemah pula.
Melalui kecerdasan intelektual manusia bisa menyingkap realitas secara jelas dan pasti, setelah itu ia dituntut untuk memiliki kecerdasan secara emosional dan social. Apa yang dianggapnya benar, baik, dan tepat akan dihadapkan pada ruang kehidupan yang beragam dengan segala kepentingan dan permasalahannya. Menampakan yang benar, baik, dan tepat harus dilakukan secara elok dan bersahaja agar yang benar, baik, dan tepat itu bisa dilihat, didengar, dan dirasakan hingga bisa mengetuk hati dan membuka jiwa untuk bisa menerimanya. Karena kebenaran dan kebaikan tidak bisa keluar dari hati dan ucapan yang keras dan kasar.
Karena orang yang cerdas itu akan memilih pilihan yang konsekuensinya dapat menyelamatkan dan mebahagiakan dirinya dan yang lainnya, maka orang yang paling cerdas dimuka bumi adalah orang – orang yang bisa menjangkau lebih jauh konsekuensi itu pada kehidupan akhirat. Orang yang paling cerdas dimuka bumi adalah orang yang akan memilih kehidupan yang konsekuensinya bisa menyelamatkan dirinya di akhirat kelak. Inilah kecerdasan spiritual yang akan menjadi kekuatan spikologis bagi orang – orang beriman dalam menghadapi, memilih, dan menjalani kehidupan.
Seberapa cerdas intelektual para pemimpin bangsa akan sangat ditentukan oleh seberapa tajam analisanya terhapat problematika kehidupan bangsa yang darinya lahir solusi alternatif dalam menyelesaikannya. Seberapa cerdas emosioanl dan social para pemimpin bangsa ini akan sangat ditentukan oleh sebarapa hadir kesejahteraan dan keadilan yang dirasakan oleh masyarakatnya, dan seberapa cerdas spiritual para pemimpin bangsa, akan sangat ditentukan oleh seberapa damai, tenang, sejuk dan loyal masyarakat atas kehadirannya.
Lembaga Pendidikan dari TK sampai dengan Perguruan Tinngi diberi Amanah untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”, Sebesar, setinggi, dan seluas apa kemauan dan kemampuan yang dimiliki oleh Lembaga Pendidikan, seperti itulah kemungkinan keberhasilan yang didapatkannya. Sebesar, setinggi, dan seluas apa keberhasilan Lembaga Pendidikan, akan sangat ditentukan oleh para penyelenggaranya. Sebarapa besar, tinggi, dan luasnya kualitas para penyelenggara pendidikan, akan sangat ditentukan oleh seberapa besar, tinggi, dan luasnya kemauan dan kemampaun yang dimilikinya. Karena semua persoalan akan kembali pada setiap diri, maka untuk mengatasi setiap masalah dan memberinya solusi harus terlebih dahulu menuntaskan diri diri secara benar, baik, dan tepat, dan untuk itu dibutuhkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional-sosial, dan kecerdasan spiritual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *