Cibinong – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Tuti Alawiyah meminta pemerintah daerah untuk melakukan audit instalasi pengolahan limbahnya (IPAL) dan membuat detektif lingkungan.
Hal tersebut, menyusul banyaknya aduan masyarakat tentang pencemaran Sungai khususnya di sungai Cileungsi yang diduga tercemar oleh limbah pabrik.
“Kami minta kepada Pemkab Bogor untuk melakukan audit IPAL berkala, per tiga bulan misalnya, terhadap semua pabrik disepanjang aliran Sungai Cileungsi,” kata Tuti, Minggu (10/4).
Selain itu, ia juga meminta pemerintah kabupaten Bogor membuat detektif lingkungan untuk mengawasi adanya pencemaran Sungai di Kabupaten Bogor.
“Perlu juga ditempatkan Pengawas Lingkungan Hidup yang jadi detektif Pemkab Bogor terkait pencemaran lingkungan Sungai Cileungsi. Secara berkala dilakukan pengawasan, pengecekan, dan patroli oleh detektif ini agar bila terjadi pencemaran bisa dideteksi dan dibereskan sejak dini,” katanya.
Menurutnya, kombinasi audit IPAL berkala dan detektif pencemaran itu akan menjadi solusi terhadap keluhan masyarakat tentang pencemaran Sungai, khususnya di Cileungsi.
“Namun, karena parah dan berulangnya pencemaran di Sungai Cileungsi ini, dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga dibutuhkan. Dukungan bisa dalam bentuk kebijakan, dukungan personil dan alat atau laboratorium, dan juga penindakan,” katanya.
Apalagi, kata Tuti, Sungai Cileungsi ini juga melewati Kota Bekasi, jadi antar kabupaten-kota, sehingga permasalahan tersebut tidak hanya ditanggung oleh pemkab Bogor, tapi juga antar kota.
Kendati demikian, kesadaran pabrik terhadap pentingnya kelestarian Sungai pun sangat dibutuhkan, tidak menunggu pemerintah daerah melakukan tindakan.
“Pabrik di sepanjang aliran Sungai Cileungsi punya kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan yang diejawantahkan dengan IPAL yang memadai. Kami menghimbau sekali kepada para pemilik pabrik disepanjang aliran Sungai Cileungsi untuk semakin sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan. Yakinlah pencemaran yang terjadi tidak hanya merugikan masyarakat saja, pada waktunya mereka akan dirugikan juga,” katanya.
Seperti diketahui, pencemaran di aliran sungai Cileungsi sudah lama dan berulang terjadi. Hal tersebut membuat masyarakat geram lantaran lingkungannya tercemari dan tak sedikit masyarakat yang juga merasakan sakit akibat pencemaran tersebut.





