Dinilai Rawan, DPUPR Usulkan Rekonstruksi Jembatan MA. Salmun

BOGORONOLINE.com – Tak hanya pembangunan Jembatan Otto Iskandardinata atau Otista, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan jembatan MA. Salmun.

Pembangunan jembatan yang berada di Jalan MA Salmun ini diusulkan lantaran kondisi jembatan saat ini dinilai rawan untuk dilintasi terutama kendaraan berat.

Sementara jembatan MA. Salmun merupakan akses yang cukup sering digunakan masyarakat dari dan menuju Jalan Merdeka, Dewi Sartika serta Mayor Oking.

“Iya, selain dari jembatan Otista, (jembatan MA. Salmun) termasuk yang kami usulkan ke provinsi untuk tahun 2023. Karena kondisi jembatan sudah rawan, ada beberapa tiangnya sudah retak dan besinya sudah kelihatan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi, Sabtu (2/6/2022).

Atas kondisi ini, kata Chusnul, akses jembatan MA. Salmun untuk sementara ditutup tidak dilintasi kendaraan berat. Di lokasi, pada sebagian akses jembatan ditempatkan water barrier atau pembatas jalan.

“Untuk sementara kami tutup untuk tidak dilewati kendaraan berat,” ungkap Chusnul.

Jembatan yang kini berusia 40 tahun itu dibangun oleh Pemprov Jabar pada tahun 1982. Oleh karena itu, sambung Chusnul, pihaknya kembali meminta dukungan dari Pemprov Jabar untuk rekonstruksi jembatan tersebut.

Untuk pembangunan jembatan MA. Salmun, Pemkot Bogor mengusulkan bantuan keuangan sekitar Rp50 miliar dari APBD Provinsi Jabar. Pembangunan ini selain untuk mengembalikan fungsi jembatan, juga menjadi upaya untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang terjadi di kawasan jembatan Merah.

“Iya itu sudah pasti akan mengurai (kepadatan arus kendaraan di jembatan Merah). Sekarang kan (akses jembatan MA. Salmun) tinggal satu arah untuk kendaraan menuju ke stasiun Bogor,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan Chusnul, di tahun yang sama, pihaknya juga telah mengusulkan bantuan senilai Rp150 miliar untuk pembiayaan pembangunan flyover di perlintasan kereta Jalan MA Salmun.

Menurutnya, dengan pembangunan flyover atau jalan layang ini sudah bisa untuk menuntaskan dua permasalahan terkait akses jalan di kawasan Jalan MA. Salmun.

“Termasuk flyover kami usulkan ke kementerian (PUPR) dan provinsi. Sebenarnya kalau ada flyover sudah bisa menyelesaikan untuk masalah jembatan dan perlintasan kereta. Kan RAM-nya dari sebelum jembatan,” tukasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *