Petani Gelar Aksi Demo di Depan PT MIP Tanjungsari

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI- Hilang kesabaran, Petani Tanjungsari mendatangi Pt Mandala Inti Persada (MIP) Kampung Serna, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin (4/7).

Kehadiran petani dari 5 desa, Sirnarasa, Sirnasari, Tanjungsari, Pasirtanjung dan Tanjungrasa meminta perusahaan pemecah batu itu memperhatikan lingkungan sekitar. Pasalnya, perusahaan itu dituding sebagai penyebab utama berkurangnya debit air Irigasi Cikompeni.

Mengambil start dari kantor Kecamatan, ratusan pendemo menuju lokasi, PT MIP. Keberangkatan ratusan pendemo, didampingi Sekretaris Kecamatan Suryana dan Kapolsek Tanjungsari Iptu Hartanto Rahim

Akibat berkurangnya debit air, lahan seluas 750 hektar tidak dapat ditanami padi. Mengeringnya lahan pertanian milik warga, telah memasuki tahun kedua. Kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah. Lahan tersebut merupakan tumpuan utama petani menghidupi keluarga.

Petani menuntut pihak perusahaan segera memperbaiki saluran irigasi yang selama ini tidak berfungsi akibat terjadinya sedimentasi yang berasal dari perusahaan MIP.

“Kami tidak menuntut perusahaan berhenti melakukan aktifitas, tapi kami meminta perusahaan memperhatikan limbah abu batu supaya tidak masuk ke irigasi. Karena pendangkalan irigasi disebabkan limbah perusahaan masuk ke jaringan irigasi,” kata Sarip Hidayat dalam orasinya.

Selain itu, dirinya juga meminta perusahaan, tidak mengambil air dari irigasi di Hulu Cikumpeni. Karena dapat menyebabkan, semakin berkurangnya debit air. “Kami juga meminta perusahaan tidak mengambil air irigasi,” lanjutnya.

Upaya Muspika Tanjungsari mempertemukan petani dengan pihak perusahaan, berjalan lancar. Lima perwakilan petani dari 5 Desa, diterima pihak perusahaan. Dalam pertemuan, semua perwakilan sepakat, perusahaan harus bertanggungjawab atas pendangkalan irigasi Cikumpani.

Hasil kesepakatan, perusahaan akan berhenti berproduksi sementara sampai ada titik temu. Rencananya, Selasa (5/7) perwakilan petani akan dipertemukan di kantor Kecamatan.

“Untuk saat ini, perusahaan tutup sampai ada kesepakatan dengan pimpinan perusahaan. Selanjutnya, pertemuan dilaksanakan di kantor Kecamatan dengan pemilik perusahaan, bapak Fredy,” bunyi kesepakatan yang dibacakan Sekcam Suryana. (Soeft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *