BOGORONLINE.com – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk semangat konsumsi produk halal ke khalayak luas.
Hal itu disampaikan Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati saat gelaran Parade Halal di rangkaian Milad LPPOM MUI ke-34 pada Mingggu, (29/1/2023) di Alun-Alun Kota Bogor.
Sebab, kata Muti, Konsumsi produk halal menjadi hal yang penting bagi umat Islam. Selain karena telah menjadi kewajiban yang tertera dalam Al-Qur’an dan hadist, konsumsi produk halal memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
“Saat ini, telah hadir berbagai teknologi yang mendorong lahirnya berbagai olahan produk, sehingga halal dan haram sebuah produk menjadi sulit dibedakan,” kata Muti.
Ia menyebut masyarakat bisa mengecek kehalalan produk melalui logo halal yang tertera di kemasan, aplikasi halalmui, dan website LPPOM MUI, www.halalmui.org.
“Karena semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi produk halal, akan mendorong pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi halal produk, yang diperlukan untuk memberikan jaminan kehalalan sebuah produk sehingga masyarakat dapat mengonsumsi dengan tenteram dan aman,” ungkap Muti.
Untuk mendorong terwujudnya hal tersebut, LPPOM MUI senantiasa melakukan berbagai upaya edukasi halal ke masyarakat, baik sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial.
LPPOM MUI juga terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk melakukan sertifikasi halal. Hal ini diwujudkan melalui program fasilitasi halal yang dilakukan secara rutin setiap bulan Syawal dengan program Festival Syawal, serta kemitraan sertifikasi halal bagi pelaku UMK.
Muti mengaku, sepanjang tahun 2022, LPPOM MUI banyak melakukan kerjasama fasilitasi sertifikasi halal bagi UMK dengan sejumlah 132 mitra kerjasama sertifikasi halal, baik perbankan, maupun lembaga/instasi pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Selain pemangku kepentingan halal, ada pula kerjasama fasilitasi dengan perusahaan, baik BUMN maupun swasta. Adapun total pelaku usaha yang telah difasilitasi sejumlah 9.582 pelaku usaha,” paparnya





