“Quo Vadis Pendidikan Nasional”

Harga diri dan citra diri sebuah bangsa-negara sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan Pendidikan. Kualitas penyelenggaraan Pendidikan dapat dilihat dari output yang dihasilkannya. Apakah telah sesuai dengan harapan, kurang diharapkan atau tidak diharapkan? Sumber daya manusia akan menempatkan sebuah bangsa-negara ditengah tengah pergaulan dunia. 78 tahun sudah bengsa-negara ini merdeka. Apakah bangsa-negara ini berada dalam persaingan global? Atau masih menjadi negara berkembang! Apakah bangsa-negara ini sudah bisa menentukan arah dunia secara global atau justru masih diarahkan dan dikendalikan oleh negara negara maju?
Negara sebagai sebuah system memiliki beberapa sub-sistem yang menopangnya. Dan sub-sistem yang paling menentukan bagi eksistensi sebuah negara adalah sub-sistem Pendidikan. Sub-sistem Pendidikan adalah sebuah tempat dimana sumber daya manusia disiapkan untuk mengisi dan membangun negara. Apakah sumber daya manusia yang disiapkan oleh sub-sistem Pendidikan telah sesuai dengan harapan negara? Apakah SDM kini dan disini telah menjadi penopang yang kuat dan besar hingga negara ini kuat dan besar pengaruhnya bagi dunia? Pertanyaan kritis dan reflektif ini harus senantiasa dimunculkan terus untuk memastikan tujuan, jalan dan arah Pendidikan yang diselenggaraklannya benar, baik dan tepat.
Apakah tujuan, jalan dan arah Pendidikan nasional sudah benar (berkaitan dengan nilai atau falsafahnya), sudah baik (berkaitan dengan nilai guna dan kemanfaatannya) dan tepat (berkaitan dengan metode yang digunakannya). Nilai atau falsafah Pendidikan seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan dasar manusia? Jalan atau teori atau konsep Pendidikan seperti apa yang bisa mengantarkan manusia ketujuan Pendidikannya? Dan arah atau metode seperti apa yang bisa menjadi petunjuk dalam mengarahkan manusia ketujuan pendidikannya?
“Quo vadis” (mau kemana?) Pendidikan nasional adalah pertanyaan kritis dan reflektif atas proses dan output Pendidikan yang diselenggarakan selama ini. Apakah falsafah Pendidikan yang salah hingga salah pula dalam merumuskan teori atau konsep Pendidikan sebagai jalan yang harus ditempuhnya, hingga arah yang dibuatnya berupa metode pun menjadi kehilangan arah atau salah arah. Apakah teori / konsep Pendidikan yang dirumuskannya sesuai dengan falsafah Pendidikan yang memayunginya atau disesuaikan dengan tuntutan pragmastis kehidupan yang kemudian dijadikan alasnya? apakah Pendidikan yang diselenggarakan telah sesuai dengan kebutuhan, masalah dan tantangan zamannya? Atau Pendidikan yang diselenggarakan out of context?
Karena Pendidikan sub-sistem yang menentukan bagi eksistensi sebuah negara, maka jangan pernah berhenti untuk selalu mengkritisinya agar Pendidikan berada pada tujuan, jalan dan arah yang benar. Karena, jika tujuan, jalan dan arah Pendidikan itu salah, buruk dan keliru, maka kita sedang menyiapkan SDM yang salah, buruk dan keliru pula yang akhirnya akan menyeret negara ini masuk ke rawa sejarah untuk kemudian membusuk. Pendidikan tidak bisa diselengarakjan asal – asalan dan ugal – ugalan. Ia harus dipikirkan secara matang, dikerjakan secara serius dengan kesungguhan yang lahir dari tekad dan komitmen yang kuat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *