Kesal Tak Pernah Ada Kontribusi, Akses Wisata ke Curug Luhur Tenjolaya Ditutup Warga, Ini Faktornya

Tenjolaya, BogorOnline.com – Tak pernah ada kontribusi buat masyarakat. Akses masuk Wisata Curug dan Camping Ground di Kampung Curug Luhur, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, di tutup warga sejak empat (4) hari lalu.

Menurut Pemilik Vila disekitar, Jimy Fajar mengatakan, alasan adanya penutupan akses jalan tersebut karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Penutupan ini kan bukan tanpa sebab kalau kita berbicara tentang kenapa seperti ini, kita waktu itu ada kesepakatan dengan warga yang disini untuk pemberdayaan masyarakat ketika itu saya bergerak untuk membantu warga yang disini,” kata Jimy Fajar kepada wartawan, dilokasi, Selasa (8/8/23).

Ia menjelaskan, waktu itu perjanjianya adalah pembagian hak pekerja dan warga dan yang orang investasi disini. kemudian justru oknum-oknum yang memang menguasai lahan di atas sana justru untuk kepentingan kelompok atau pribadinya.

“Berdasarkan itulah, kami ingin di mediasi agar pihak-pihak terkait hadir mengklarifikasi kepada warga kenapa tidak memberikan hak-hak masyarakat ini sehingga tidak terjadi konflik seperti sekarang ini,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya mengaku kesal dengan konflik tersebut karena terdapat intimidasi dari oknum-oknum kepada orang tua angkatnya tersebut.

“Yang bikin marah saya, karena bapak angkat saya di intimadasi dikeroyok bahkan sampai ada yang bawa senjata tajam (Sajam) juga, itu yang buat saya tidak menerima. Seolah-olah, orang tua angkat saya ini provokator yang menutup jalan, padahal itu atas arahan saya karena kesepakatan dengan warga tidak dijalankan oleh oknum yang saat ini mengelola,” kesalnya.

Dia menegaskan, akan mengambil langkah hukum kepada oknum tersebut bila tidak ada itikad baik untuk melakukan mediasi.

“Upaya hukum nanti ada itikad baik tidak dari mereka karena kalau mereka tidak ada itikad baik, sederhana buat saya karena ada unsur pidana yaitu penggelapan dan penipuan karena uang hasilnya dimakan sendiri tidak sesuai dengan perjanjian awal,”ungkapnya.

Sampai-sampai, kata dia, tidak segan untuk menutup secara terus menerus soal akses menuju Curug dan Camping ground di Kampung Curug Luhur tersebut.

“Penutupan ini sampai ada mediasi oleh pihak-pihak terkait dengan warga beserta oknum-oknum tersebut,” tandasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *