Paulo Freire, seorang tokoh pendidikan Brasil dan teoretikus pendidikan yang berpengaruh di dunia, mengklasifikasi masyarakat menjadi tiga keadaan: Pertama, masyarakat tertutup. adalah masyarakat yang tidak mengetahui dan tidak mau mencari tahu tentang keadaan atau permasalahan yang terjadi. Inilah mayoritas masyarakat yang dikehendaki oleh para despot yang menciptakan ketidakpastian dan kekacauan. Masyarakat tertutup seperti ini cukup diberi bantuan tunai, bantuan yang akan membuatnya diam. Masyarakat yang rawan terjadinya money politic dan ini mayoritas yang akan menentukan kemenangan dalam setiap pemilu.
Kedua, masyarakat retak. Masyarakat yang mulai memiliki kesadaran akan apa yang terjadi disekitarnya. Mereka sadar akan adanya permasalahan atas bangsa-negara ini, namun mereka tidak mengetahui akar masalahnya hingga mereka tidak bisa memberikan solusi apapun, kecuali menggerutu dan sumpah serapah atas kekecewaan yang telah melapoui ambang batas psikologinya. Mereka mulai saling menyalahkan (konflik horizontal) diantara mereka dikarenakan tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya, sebab tidak ada yang bisa ditawarkan.
Ketiga, masyarakat terbuka. Masyarakat yang memiliki kesadaran nilai yang membentuk paradigma dalam melihat dan memahami keadaan. Sebuah pemahaman yang bersifat proyektif, inventif, imajinatif dan kreatif yang berupa teori dan konsep yang bisa ditawarkan atas permasalahan bangsa-negara yang dihadapinya.
Dikelas sosial manakah kini kita berada?





