Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu Disebut Alergi Wartawan, Saat Tak Hadir di Diskusi Publik Kedua oleh JJB

Cibinong, BogorOnline.com – Diskusi Publik yang kembali dilaksakan oleh Jaringan Jurnalis Bogor (JJB) menghasilkan rasa kekecewaan bagi seluruh anggota dan pengurus kumpulan wartawan itu, lantaran tidak hadirnya Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu di acara tersebut bertemakan “Peran Anggota DPR-RI Dapil Kabupaten Bogor dalam Percepatan Pembangunan” yang berlangsung di Aula kantor DPRD Kabupaten Bogor, Jl. Bersih, Kelurahan Tengah, Cibinong, Rabu (24/01/24).

Dalam sambutannya, Ketua harian JJB, Effendi Tobing menyampaikan rasa kekecewaannya atas ketidakhadiran pucuk pimpinan Kabupaten Bogor diacara Diskusi Publik kedua yang dilaksanakan organisasinya tersebut.

Menurut dia, absennya seorang Pj Bupati Bogor untuk kedua kalinya itu, sangat tak dimaklumi seusai diskusi perdananya pada 11 Januari di Halaman Taman Inspirasi, yang juga mangkir tidak hadir karena terdapat agenda yang tak bisa ditinggalkan.

“Pj Bupati Bogor sudah diundang dua kali oleh Jaringan Jurnalis Bogor tapi tidak hadir, yang diacara pertama kami memaklumi karena mungkin sudah terjadwal agenda kedinasannya dari jauh-jauh hari,” kata Effendi Tobing kepada dalam sambutannya, dilokasi, Rabu (24/01/224).

Ia melanjutkan, undangan untuk kedua kalinya yang tak kembali hadir oleh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), baginya sangat disesalkan hingga dirinya menyebut apa Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu itu alergi dengan wartawan sehingga tak mau hadir saat diundang.

Pasalnya, masih kata Effendi, diskusi publik kedua ini adalah sebuah momentum penting juga bagi seorang Asmawa Tosepu untuk hadir dan mengenal sosok-sosok anggota DPR RI yang lahir dari Dapil Jawa Barat V Kabupaten Bogor.

“Sementara setiap hari kita tahu dan kita sering publish Pj Bupati Bogor menerima audiensi dari sana sini, tapi dia lupa sama wartawan jadi wajar JJB marah dan murka kepada Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu tersebut,” tegas pria yang merupakan pemilik media Bogorupdate.com itu.

Lebih jauh pria yang kerap disapa Tobing ini menyampaikan, rasa terima kasihnya seluruh pihak-pihak yang telah mendukung acara Diskusi Publik hingga sukses dilaksanakan pada hari ini.

“Tak lupa saya juga sampaikan kepada pihak-pihak yang sudah membantu demi terselenggaranya diskusi publik oleh JJB untuk kedua kalinya yang bertempat di Aula kantor DPRD Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Anggota komisi I DPR RI fraksi Gerindra, Fadli Zon mengapresiasi atas diselenggarakannya diskusi publik oleh Jaringan Jurnalis Bogor. Dikarenakan, acara diskusi itu dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat dan berbagai kalangan kalangan guru, pemuda (KNPI), dan beberapa perwakilan masyarakat yang mendambakan adanya pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur, hingga kalangan disabilitas dan lain-lain.

“Saya kira ini sangat bermanfaat ya sebagai sarana menyerap aspirasi sehingga kita (anggota DPR, red) bisa komprehensif mendengarkan langsung dan juga secara polistik serta menyeluruh untuk bisa membuat suatu gambaran apa yang bisa kita lakukan,” papar Fadli Zon.

Ia tak pungkiri, jika anggota DPR-RI adalah sebuah alat atau instrumen bagi rakyat Indonesia maupun khususnya di Kabupaten Bogor

“Saya juga menyarankan, jika acara yang diselenggarakan teman-teman wartawan dari JJB ini sangat bagus bila dijadwalkan secara rutin dan kalau bisa dihadiri oleh anggota DPR RI yang berjumlah 9 orang dari Dapil Kabupaten Bogor ini,” tegasnya.

Masih ditempat sama, politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota komisi VII DPR-RI, Adian Napitupulu menambahkan, bila giat diskusi oleh Jaringan Jurnalis Bogor dirinya sangat mengapresiasi. Dirinya pun menginginkan, agar acara diskusi publik ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya secara rutin dan bisa dihadiri oleh kesembilan (9) anggota DPR RI yang lahir dari Dapil Kabupaten Bogor ini.

“Saya dukung agar giat seperti ini bisa dilakukan rutin, bila perlu tiga (3) atau enam (6) bulan sekali dan bisa dihadiri seluruh anggota DPR RI lainnya. Karena saya tak pungkiri, jika semenjak saya menjabat sebagai anggota DPR RI selama sembilan (9) tahun, saya tidak pernah dipertemukan oleh delapan (8) anggota DPR RI lainnya yang hadir dari Dapil Kabupaten Bogor ini, jadi saya dukung agar diskusi publik oleh JJB bisa terus dilaksanakan secara rutin,” bebernya.

Sementara itu, anggota komisi V DPR RI fraksi Gerindra, Mulyadi merespone baik atas digelarnya diskusi publik oleh JJB. Pasalnya, kata dia, diskusi publik yang diselenggarakan oleh Jaringan Jurnalis Bogor ini sangat jarang dilakukan oleh pihak manapun, dan bermanfaat untuk dirinya yang duduk sebagai anggota parlemen pusat dalam menyerap aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihannya tersebut.

“Saya dukung dan mengapresiasi sekali diskusi publik ini yang dihelat oleh teman-teman jurnalis di JJB. Semoga saya harapkan, acara seperti ini bisa dijadikan agenda rutin untuk kami yang duduk sebagai anggota legislatif,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam diskusi publik kedua yang diselenggarakan oleh perkumpulan wartawan di Bogor Raya itu, dihadiri juga oleh tokoh pemuda dari pengurus DPD KNPI Kabupaten Bogor, pengamat politik Ray Rangkuti, pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor, wakil ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor berserta, dan pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), serta beberapa tamu undangan lainnya, dengan dipandu oleh Nurcholis Fardilah selaku Host (Pembawa Acara).

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *