bogorOnline.com – GUNUNG PUTRI
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Kadis DPKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan, pihaknya sebagai Pemerintah Daerah paling bisa mendorong si pengembang Kotwis ikut bertanggung jawab dalam membarikan bantuan. Terhadap masyarakat yang terdampak ledakan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya yang setelah ini segera mengudang manajemen guna mencari solusi terbaik.
“Kalau untuk mengelurkan kajian penambahan pembangunan Perumahan Kota Wisata sudah tidak ada lagi selama berdekatan dengan objek vital,” tagasnya saat ditemui bogorOnline.com di rumah Kepala Desa (Kades) Ciangsana kemarin.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman mengatakan, pihak Pemprov Jabar (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) dan Pemerintahan Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor), akan panggil pengelola Kota Wisata (Kotwis), agar ikut memberikan kontribusi dan atensi. Baik itu berupa Corporate Social Responsibility (CSR), atau lainya.
“Lantaran sebagian besar dari sertus tujuh puluh dua rumah oleh pengembang belum diserahkan ke penghuni yang ada di Kotwis,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi hari ini.
Meski dihadiri sekelas Herman Suryatman sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar),
Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu, Kepala Dinas, Camat, Polsek, Koramil, Kepala Desa (Kades) dan warga. Pihak pengelola Kota Wisata (Kotwis) enggan datang bahas objek vital Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Meledak dekat pembanguna Kotwis dan warga beberapa bulan yang lalu di rumah Kepala Desa (Kades) Ciangsana Kamis (9/05/24).
Ketua Perkumpulan Cluster Kota Wisata Cibubur (PCKWC) Andri Wibowo mengatakan,
mamang pada hari manajemen dari Kotwis tidak hadir, dan amat disayangkan oleh pihaknya, sejak peristiwa ledakan sampai hari detik ini
tidak proaktif terhadap korban.
Sehingga masih ia menambahkan, pihaknya mengejar dan harus bisa datang kemari dan lain sebagainya.
Ditambah masih ia menjelaskan, sebagian banyak penghuni perumahan tidak mengetahui berdekatan dengan objek vital itu yang bisa merusak promosi mereka dan ini yang harusnya menjadi fokus Kotwis, karena kedapanya akan ada pembangun rumah lagi.
“Kalau kondisi ini sampai keluar tidak akan ada lagi yang mau membeli perumahan di Kota Wisata,” tegasnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi hari ini.
Kepala Desa (Kades) Ciangsana Udin Saputra mengatakan, untuk lokasi objek vital Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Terjadi ledakan hebat beberapa bulan lalu yang berdekatan dengan Kota Wisata (Kotwis). Bila dilihat dari sejarah berdinya tempat, memang lebih dahulu Gudmurah dibandingkan Kotwis. Ditambah masih ia menjelaskan, pihaknya juga tidak bisa berbicara banyak terkait lokasi Kotwis yang bisa berdekatan dengan Gudmurah itu.
“Dikarenakan soal izinpun mereka langsung ke Pusat dan jarang komumikasi ke desa,” tegas Udin saat ditemui bogorOnline.com di kantornya belum lama ini.(rul)





