Puluhan Warga Dan Abah Iroh Tempuh Jalur Hukum, Penutupan Jalan PT. Lotus Sarimas

bogorOnline.com – CILEUNGSI
Puluhan masyarakat dan keluarga Abah Iroh Kampung Empu, RT02/06, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, tempuh jalur hukum dengan Tim Kuasa Ricky Hendrik Tambunan atas penutupan akses jalan oleh PT. Lotus Sarimas (Hotel Liana).

Hal itu seperti penjelasan Tokoh masyarakat sekitar Hari Purnomo menjelaskan, memang masalah penutupan jalan oleh pihak PT tersebut amat menyakitkan warga. Kerena menjadi satu-satu akses untuk mereka melakukan aktivitas sehari-hari. Ditambah masih ia menjelaskan,  persoalan ini sudah terjadi terlalu berlaurut larut, sehingga perlu ditempuh jalur hukum. Apalagi lanjutnya mengatakan, yang pada dasarnya ia sebagai yang dituakan oleh warga setempat. Dimana setiap keluhan warga dirinya akan berupaya membantu sekuat tenaga. Atas masalah ini sebagai hak hidup, untuk mereka malakukan kegiatan setiap hari.

“Jika ditutup mau lewat kemana warga ini, jadi perlu tindakan upaya hukum agar sebanyak sembilan rumah yang dihuni 70 orang termasuk anak- anak dan keluarga Abah Iroh. Bisa mendapatkan haknya, berupa sarana infrastruktur yang layak,” tegasnya saat ditemui bogorOnline.com di Kampung Empu Kamis (30/05/24).

Sambung keluarga Abah Iroh Mulyana mengatakan, keinginan dari pihaknya adalah adanya jalan seperti dahulu tepat berada disamping portal yang dibuat oleh Lotus yang telah semena-mena malakukan penutupan jalan. Sehingga warga perlu berupaya dengan memberikan kuasa hukum kepada Lawyer.

“Karena kita cuma rakyat kecil, masa jalan saja main tutup se enaknya saja,” kesalnya.

Lanjut RT setempat Supandi menambahkan, dirinya juga meminta agar jalan kembali seperti muasal, agar tidak terjadi ganguan seperti sekarang ini yang diakui oleh pengusaha itu. Padahal dari tahum 60an sudah ada jalan. Ditambah masih ia menjelaskan, pihak perusahaan juga menekankan kepada warga harus membayar sebesar 1 juta rupiah, yang mesti dibayarkan untuk per-tiga bulan diawal untuk menggantikan kerugian perusahaan.

“Jika warga ingin kendaraannya diberi akses jalan di pemukiman, harus bayar 1 juta perbulan,” keluhnya.(rul)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *