BogorOnline.com – CIBINONG
Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bogor Moch. Aam Badrul Hikam pertanyakan mangkraknya Pembangunan Hotel Sayaga Kabupaten Bogor. Pasal nya Proyek pembangunan Hotel SAYAGA, direncanakan sudah sejak zaman Bupati Rachmat Yasin, Nurhayanti, Ade Yasin, Iwan Setiawan, hingga kini Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu.
“Kami sebagai pemuda kabupaten bogor mempertanyakan bagaimana pertanggung jawaban pemerintah daerah terkait proyek hotel yang mangkrak ini,” tutur Aam
Aam menyampaikan bahwa anggaran yang begitu besarnya seharusnya di gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat kabupaten bogor, akan tetapi malah menjadi proyek yang mangkrak.
Lebih lanjut aam juga turut menyoroti dan pertanyakan pengawasan dari Inspektorat BPK, kejaksaan sebagai pengawas anggaran yang terlihat diam dan tidak bekerja dalam kasus ini.
“Kami menaruh curiga dan kejanggalan pada proyek ini, seakan proyek Hotel SAYAGA ini aggarannya tidak di awasi dalam pelaksanaan nya,” ujarnya.
Aam juga meminta kepada KPK untuk segera turun tangan untuk segera memproses dan menyelidiki kasus ini dampai tuntas
“Kami berharap KPK segera mengusut tuntas kasus ini, agar uang rakyat tidak sia-sia,” tuturnya.
Selain itu dijelaskannya, untuk pembangunan hotel tersebut Pemkab Bogor awalnya mengucurkan anggaran sebesar Rp36,3 miliar bersumber dari APBD TA 2017. Kegiatan pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT Amarta Karya, tapi tidak selesai. Karena tidak rampung, pembangunannya kemudian dilanjutkan oleh PT Mitrada Sejahtera dengan anggaran sebesar Rp 39 miliar. Namun, juga tidak bisa meny-elesaikan dengan tuntas, malah di tahun 2020 lalu sempat terhenti. Di Tahun 2020 lalu, pembangunan Hotel Sayaga Wisata sempat terhenti lagi dan baru dilanjutkan pada Tahun 2021 dan 2022 ini. Tapi juga tidak selesai.(rul)





