BOGORONLINE.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di dampingi Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, secara resmi menunjuk Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Denny Mulyadi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (17/6/2025) malam, sebagai hasil akhir dari proses seleksi terbuka tiga calon Sekda.
Tiga nama yang masuk dalam seleksi akhir yaitu Denny Mulyadi (Kepala BKAD), Sri Nowo Retno (Kepala Dinas Kesehatan), dan Eko Prabowo (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat). Ketiganya telah menjalani tahapan asesmen dan wawancara pada Jumat (13/6/2025).
“Setelah melalui berbagai pertimbangan, mulai dari latar belakang, pengalaman, hingga hasil penilaian seleksi, saya memutuskan untuk menunjuk Saudara Denny Mulyadi sebagai Sekretaris Daerah Kota Bogor,” ujar Wali Kota Dedie A. Rachim dalam keterangannya.
Ia menambahkan, proses administrasi pelantikan Sekda Kota Bogor akan segera disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedie juga meminta agar Denny segera mempersiapkan diri menjalankan peran strategis dalam pemerintahan Kota Bogor.
“Pengumuman ini menjadi awal dari semangat baru untuk bersama-sama membangun Kota Bogor ke arah yang lebih baik,” tegas Dedie.
Meskipun ketiga kandidat dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang baik, Dedie menekankan bahwa keputusan tersebut diambil demi keberlanjutan tata kelola pemerintahan yang optimal di Kota Bogor.
Menanggapi penunjukan tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bogor menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh keputusan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dalam menetapkan Denny Mulyadi sebagai Sekda Kota Bogor.
Ketua FPK Kota Bogor, Agus Rustandi, menyebut penunjukan Denny sebagai keputusan tepat. Menurutnya, Denny memiliki pengalaman dan kapasitas yang sesuai untuk menduduki posisi strategis tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga keharmonisan sosial di Kota Bogor.
“Pemuda adalah masa depan bangsa. Mereka harus diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam proses pembauran kebangsaan. FPK akan terus melibatkan pemuda dalam program-program strategis,” ungkap Agus, Rabu (18/6/2025) pagi.
Ia menegaskan bahwa FPK menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bogor dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai informasi, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah. Forum ini merupakan wadah konsultatif yang difasilitasi pemerintah daerah untuk memperkuat integrasi sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Dengan semangat kebersamaan, kami percaya Kota Bogor bisa menjadi teladan nasional dalam pembauran kebangsaan,” tutup Agus Rustandi.





