BogorOnline.com — Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor kompak membangun kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan dan membangkitkan perekonomian daerah.
Pada Kamis (17/72025), HPPMI dan Kadin Kota Bogor resmi menjalin sinergi untuk memperkuat ekosistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha muda di sektor pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Ketua HPPMI Kota Bogor Siontoni Samosir dan Ketua Umum Kadin Kota Bogor Dona Nurhasanah.
“Saya tegaskan bahwa HPPMI bukan sekadar wadah generasi muda tani dan ternak, tetapi juga aktor pembangunan.Kami menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan modernisasi untuk menjawab tantangan di sektor pertanian dan peternakan di masa kini,” kata Sion Toni Samosir.
Sedangkan Ketua Umum Kadin Kota Bogor Dona Nurhasanah, menyatakan bahwa Kadin siap memfasilitasi HPPMI untuk terhubung dengan industri, perbankan, dan investor potensial. Menurutnya, kemitraan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekonomi lokal dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha muda.
“Sebagai tindak lanjut, dibentuklah Joint Task Force HPPMI-Kadin yang akan merancang peta jalan kolaborasi, program pelatihan, kurikulum agribisnis berbasis teknologi, hingga rencana pendirian inkubator bisnis pertanian. Sinergi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (16/7/2025), HPPMI juga menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor. Pertemuan hangat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kelompok petani-peternak muda dengan Pemerintah Kota Bogor dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sion Toni Samosir, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kerja sama menghadapi tantangan ketahanan pangan, urban farming, dan pemberdayaan generasi muda dalam sektor pertanian serta peternakan.
“Dalam pertemuan tersebut, kami menjelaskan program konkret yang disiapkan HPPMI, mulai dari pelatihan teknologi pertanian, integrasi peternakan ramah lingkungan, hingga pemanfaatan lahan tidur melalui kerja sama dengan pemerintah dan BUMD. Saya mengatakan bahwa potensi petani dan peternak muda perlu mendapat dukungan kebijakan, akses permodalan, dan keterlibatan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Sion Toni Samosir.
(Acep Mulyana)





