Tak Hanya Seru, Program CIKITA Mahasiswa KKN-T IPB Ajak Anak-Anak Berani Bermimpi dan Kembali Aktif Tanpa Gadget Melalui Permainan Tradisional

 

Tenjolaya – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada Rabu, 23 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) Desa Situdaun telah melaksanakan salah satu program kerja unggulannya yaitu CIKITA: Cinta Budaya, Implementasi Profesi, Kita Main Tradisional.

 

Program ini mengajak siswa-siswi SDN Situdaun 02, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor untuk mengenal berbagai profesi serta memperkenalkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai. Selain sebagai upaya pelestarian budaya lokal, pengenalan permainan tradisional ini juga dilakukan sebagai langkah edukatif untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai (gadget). Sebanyak 50 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 larut dalam keseruan kegiatan tersebut.

“Kehadiran mahasiswa KKN-T IPB menjadi angin segar bagi sekolah kami. Program yang dibawakan memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi siswa SDN Situdaun 02. Ibu selaku kepala sekolah sangat mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan profesi dan permainan tradisional di era modern, hal ini mendorong anak-anak mengurangi kecanduan gadget dan sebagai upaya pelestarian budaya” ujar Ibu Nurhanah, Kepala SDN Situdaun 02.

 

Program ini dibuka dengan sesi pengenalan berbagai profesi, seperti petani, nelayan, pemadam kebakaran, apoteker dan masih banyak lagi. Melalui pendekatan kreatif dan interaktif berupa menonton video dan menyaksikan drama singkat yang diperankan oleh mahasiswa KKN-T IPB, anak-anak diajak berdiskusi dan bereksplorasi mengenai berbagai profesi tersebut. Selain itu, anak-anak juga diberi kesempatan untuk menggambar cita-cita sekaligus menceritakan kembali impian mereka kepada teman sebayanya.

“Kami harap sesi ini menjadi ajang agar anak-anak memiliki gambaran cita-cita sejak dini dan menumbuhkan minat mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan yang jarang dilirik generasi muda, seperti petani dan nelayan,” ujar ketua tim mahasiswa KKN-T IPB.

 

Setelah mengikuti sesi pembelajaran profesi, siswa-siswi SDN Situdaun 02 diajak bermain permainan tradisional. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan mengunjungi tiga pos permainan: congklak, bola bekel, dan lompat tali. Suasana riuh dan penuh tawa mewarnai ruangan. Selain itu, melalui arahan dinas pendidikan, mahasiswa KKN-T IPB berkolaborasi dengan guru SDN Situdaun 02 untuk memperkenalkan permainan benteng-bentengan dan cingciripit, serta menonton film ‘Children of the Mist’ di sela-sela kegiatan.

 

Sebagai penutup, anak-anak diminta menuliskan kesan dan pesan mereka selama kegiatan di selembar kertas, sekaligus menuliskan cita-cita mereka di lembaran kertas terpisah yang berbentuk daun. Daun-daun tersebut ditempel di ‘Pohon Impian’, sebagai simbol harapan anak-anak SDN Situdaun 02 untuk masa depan mereka.

 

“Hari ini sangat spesial karena bisa main congklak, bola bekel dan lompat tali bersama kakak-kakak KKN. Rasanya bahagia bisa ketemu dan tertawa bersama. Aku kira mereka hanya datang, tapi ternyata mereka membawa kenangan yang berharga. Terimakasih telah mengajari kami. Kapan-kapan datang lagi ya kak!,” tulis salah satu siswa SDN Situdaun 02 di kertas kesan pesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *