Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Mengajak Anak-Anak di Kelurahan Sukasari Belajar Memilah Sampah dengan Gembira

Bogoronline.com – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang kerap menjadi topik hangat sejak dulu hingga saat ini. Sampah menghasilkan dampak buruk jika dibuang sembarangan.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus ditumbuhkan sejak dini agar seseorang terbiasa untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa KKNT Inovasi IPB University yang ditugaskan di tengah Kota Bogor tepatnya di Kelurahan Sukasari membuat program Gerakan Bersih dan Pilah Sampah Ceria (Gembira) yang berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Program ini berfokus pada anak-anak di daerah Sukasari yaitu SDN Sukasari dan Majelis Ar-Raudhoh Al-Qodiriyah.


Pada tanggal 23 hingga 24 Juli 2025 Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University mengadakan Gembira di SDN Sukasari dengan peserta kelas 4. Anak-anak dikenalkan dengan jenis-jenis sampah, jenis tempat sampah, pengolahan sampah, dan lama sampah terurai melalui video, demonstrasi, serta games interaktif. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan maggot sang pahlawan pengolah sampah organik.
Maggot dipilih menjadi salah satu materi karena di Sukasari tepatnya di Sentra Cipta Mandiri (SCM) terdapat Bank Sampah Umum (BSU) Siliwangi yang memiliki sistem pemilahan sampah yang cukup baik yaitu, sampah organik diuraikan menggunakan maggot dan sampah anorganik dijual ke pengepul.
SCM merupakan sarana yang didirikan oleh Kemenko PM untuk meningkatkan pemberdayaan serta kemandirian masyarakat. Di sekitar SCM terdapat Majelis Ar-Raudhoh Al-Qodiriyah yang menjadi tempat mengaji anak-anak hingga dewasa. Sehingga, anak-anak majelis juga diundang oleh mahasiswa untuk mengikuti Gembira.

Sedikit berbeda dengan Gembira di SD, pada tanggal 26 Juli 2025 dilakukan Gembira di Majelis Ar-Raudhoh Al-Qodiriyah dengan umur peserta yang lebih bervariatif yaitu paud hingga SMA. Kegiatan ditambahkan dengan turun langsung ke tempat pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Anak-anak melihat langsung bagaimana tahap perkembang biakkan maggot hingga pemanfaatan maggot untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan menjadi pakan hewan.


Hasil materi interaktif yang diberikan di SD maupun di majelis dituangkan pada media demonstrasi yang disediakan oleh mahasiswa, media ini diharapkan dapat menjadi suatu pengingat untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya bagi peserta Gembira.

“Gembira menjadi salah satu program kerja KKN yang paling berkesan bagi kami. Melalui program ini, kami dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak, dan respon mereka begitu antusias dalam mengikuti setiap kegiatan. Kami berharap ilmu yang telah disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah.” Ujar Fadhil, salah satu mahasiswa KKNT Inovasi IPB University.


Selain sesi demonstrasi Gembira juga mengadakan sesi melukis totebag dengan tema lingkungan untuk peserta majelis. Peserta terlihat sangat bersemangat untuk melukis. Adanya sesi melukis totebag yang diberikan pada anak-anak diharapkan dapat digunakan untuk mengurangi pemakaian sampah plastik dan dapat membantu pemerintah Kota Bogor dalam program pengurangan penggunaan kantong kresek.

“Gembira ini seperti nama prokernya “Gembira”, anak-anak sangat antusias dan menyambut gembira untuk belajar pemilahan sampah sedari dini. Semoga dapat membentuk karakter anak yang peduli dengan lingkungannya, tidak perlu dalam sekala luas, mulai dari diri sendiri dulu, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya.” Ujar Julyan, ketua kelompok KKNT Inovasi BOGORKOTA01.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *