Dosen IPB University Kembangkan Ekonomi Sirkuler Berbasis Ternak Domba Penggemukan SATURI di YABAM 

Bogor Raya316 views

 

Bogor – Dosen IPB University dalam kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) dan Yayasan Baitul Azemi Mumtaaz (YABAM) melakukan kerjasama dalam menciptakan Inovasi Ekonomi Sirkuler Berbasi Ternak Domba Penggemukan SATURI untuk kemandirian Rumah Yatim dan Dhuafa.

Pelatihan Ternak Domba dan Pengelolaan Limbah Domba oleh Dosen IPB University itu dilakukan di Kandang Domba YABAM yang terletak di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Hari Sabtu, 27 September 2025.

 

Pasalnya, YABAM tersebut bergerak pada bidang sosial, pendidikan dan dakwah dengan fasilitas Asrama Yatim-Dhuafa di Cilodong Depok dan Peternakan Domba, berlokasi di Klapanunggal.

 

Ketua Yayasan Baitul Azemi Mumtaaz, Hasan Mukti menjelaskan, selain pendidikan formal, anak-anak asuh kami dibekali keterampilan wirausaha berkelanjutan dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Untuk Peternakan domba kami, baru berjalan 3 bulan begitu juga rumput odot yang kami tanam menggunakan bibit dari UP3J IPB Jonggol yang baru akan dipanen, jadi kami masih sangat memerlukan tambahan pengetahuan dalam mengelola ternak dan pengelolahan limbah sebagai bagian dari ekonomi sirkuler,” kata dia.

“Alhamdulillah Peternakan domba YABAM menjadi model percontohan dan tempat pelatihan penggemukan domba serta pengolahan limbah berbasis ekonomi sirkuler berbasis Ternak Domba SATURI (SApih digemukan selama TUjuh puluh haRI) yang menghasilkan daging empuk, terutama untuk sate,” lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, program tersebut bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor, dalam programnya Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM). Peserta pelatihan ini adalah anak-anak binaan YABAM dan warga sekitar yang berternak domba.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak dan Ibu Dosen Dr. Sri Mulatsih, Dr. Wiwiwk Rindayanti, Dr. Muhammad Baihaqi, dan Dian Verawati Panjaitan, SE, M.Si serta 2 mahasiswa yaitu Muhammad Anhar dan Muhammad Fahmi Andriansyah yang sudah berbagi ilmu dan sharing pengalamannya kepada anak-anak binaan kami dan warga setempat peternak domba,” jelas dia.

 

Ia berharap, program tersebut mampu membawa manfaat besar khususnya bagi anak-anak binaan YABAM dan umumnya bagi warga sekitar yang beternak domba.

 

“Pertama untuk menumbuhkan jiwa wirausaha milenial bagi anak-anak binaan YABAM, meningkatkan produktivitas peternakan domba YABAM dan peternak sekitar, memperkuat nilai tambah limbah peternakan menjadi pupuk organik untuk tanaman sendiri maupun untuk dijual, mewujudkan tujuan kami untuk mandiri dalam hal ketahanan pangan, perbaikan gizi dan meningkatkan pertanian yang berkelanjutan dan peternakan domba kami menjadi contoh dan tempat latihan bagi peternak-peternak warga sekitar, khususnya penggembukan domba SATURI dan pengelolaan limbahnya,” tutup dia.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *