Truk Kontainer Sebabkan Kemacetan Parah di Jalan Ciapus Tamansari, Aktivitas Warga Terganggu

BOGORONLINE.com Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa pagi (23/9/2025), setelah sebuah truk kontainer berukuran besar melintas di jalur sempit yang tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan berat.

Insiden tersebut terjadi pada jam sibuk, sekira pukul 06.30 WIB, ketika banyak warga tengah beraktivitas, termasuk pelajar dan pekerja. Kehadiran truk kontainer di jalan sempit tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.

Warga menilai insiden semacam ini bukan pertama kali terjadi. Mereka mengeluhkan tidak adanya pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan bertonase besar yang nekat melintas di kawasan padat permukiman.

“Jalan ini tidak layak dilalui kendaraan sebesar truk kontainer. Akibatnya lalu lintas macet, anak-anak sekolah jadi terlambat, warga pun kesulitan ke tempat kerja. Kondisi seperti ini kerap terjadi, tapi belum ada tindakan tegas dari pihak terkait,” ungkap Erni, warga setempat.

Situasi semakin parah saat truk kontainer berpapasan dengan sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan peziarah. Keduanya tak mampu bergerak karena terbatasnya ruang, diperparah dengan banyaknya pengendara sepeda motor yang mencoba melambung, mempersempit ruang gerak kendaraan besar tersebut.

Akibat kemacetan ini, sejumlah pelajar dan guru mengalami keterlambatan. Salah satunya, Erlan, guru SMAN 1 Tamansari yang mengaku terjebak kemacetan selama hampir satu jam.

“Saya tidak bisa bergerak selama hampir satu jam. Banyak siswa juga yang datang terlambat ke sekolah,” ujar Erlan.

Kemacetan baru terurai setelah pihak kepolisian dan warga turun tangan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian. Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang, membenarkan bahwa kemacetan disebabkan oleh kendaraan besar yang saling berpapasan di perempatan Ciapus.

“Kemacetan terjadi karena bertepatan dengan jam sibuk. Namun setelah dilakukan penanganan oleh anggota kami di lapangan, arus lalu lintas kembali lancar,” jelas Iptu Jajang.

Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait segera membuat regulasi yang tegas untuk melarang kendaraan kontainer melintasi jalur sempit permukiman. Mereka menekankan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *