Hergun Lapor Warga Tahun 2025, Ratusan Bantuan Infrastruktur dan Non Infrastruktur Digelontorkan

Bogor Raya238 views

Bogor – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Heri Gunawan alias Kang Hergun membuktikan kinerjanya sebagai wakil rakyat. Sejak dilantik Agustus 2024 silam, Hergun sudah membawa ratusan aspirasi pengerjaan infrastruktur dari miliaran rupiah untuk Warga Kabupaten Bogor di wilayah Barat, khususnya Dapil IV.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi Gerindra itu merupakan satu-satunya wakil rakyat termuda dan terbanyak membawa manfaat untuk warga Kabupaten Bogor di Dapil IV Kabupaten Bogor.

Ratusan program itu ia dapatkan dari aspirasi masyarakat, dibawa ke bangku legislatif, dan disalurkan melalui eksekutif. Program-program itu juga tidak sedikit didapatkan melalui Anggota DPR RI Dapil V, Marlyn Maisarah yang disalurkan melalui Kang Hergun.

Tak hanya program perbantuan infrastruktur yang terjun langsung pada masyarakat, tapi juga program ratusan bantuan kesehatan dan bantuan administrasi juga dilakukan oleh Tim Kang Hergun.

Dihitung-hitung, Ratusan program baik dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pusat melalui tangan Heri Gunawan dan Ibu Marlyn Maisarah untuk Warga Bogor Barat senilai Rp11,8 Miliar. Angka itu merupakan nilai paling besar aspirasi yang dibawa oleh wakil rakyat wilayah Barat Kabupaten Bogor.

Dari Anak Petani, Membantu Petani

Sebagai anak petani, Heri Gunawan tentunya memperjuangkan aspirasi-aspirasi warganya yang didominasi oleh petani. Heri Gunawan menurunkan Program Pengerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) dari Distanhorbun Kabupaten Bogor. Heri Gunawan menjelaskan, ada sebanyak Dua Titik JUT yang digunakan petani untuk mempermudah dan mempercepat akses petani dalam mengangkut hasil tani mereka.

“Program ini sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, memperluas jangkauan distribusi, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas dia.

Sslain itu, Kang Hergun juga menurunkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk memastikan para petani tidak kekurangan air saat berladang. Ia menurunkan 3 Titik RJIT di lahan pertanian masyarakat di Bogor Barat yang dianggap akan sangat kesulitan air tatkala musim kemarau tiba.

“Inilah yang saya rasakan sejak kecil, sehingga saya tidak ingin para petani mengalami kesulitan mencari air untuk pertanian mereka. Sehingga ekonomi berjalan, ketahanan meningkatkan dan anak-anak mereka bisa sekolah hingga sukses,” jelas dia.

Ratusan Rumah untuk Kenyamanan Masyarakat

 

Di tahun 2025, Kang Hergun juga menyalurkan ratusan rumah untuk masyarakat yang memiliki rumah tidak layak. Ratusan rumah itu berasal dari 150 Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkab Bogor dan 118 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Ibu Marlyn Maisarah (DPR RI).

Kang Hergun menjelaskan, Rutilahu itu merupakan program meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dengan menyediakan hunian yang sehat, aman, dan layak huni dengan cara memperbaiki atau membangun kembali rumah yang rusak, mengatasi kemiskinan, menurunkan angka stunting, serta menata kawasan kumuh.

“Dengan begitu, masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dan keluarga dapat berfungsi optimal. Rumahnya kita bantu, peluang pekerjaannya sudah disiapkan,” jelas dia.

Sementara, program BSPS dari Pemerintah Pusat melalui Marlyn Maisarah diperuntukkan untukmembantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki atau meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah sehat, aman, dan layak huni secara mandiri (swadaya), melalui pemberian stimulan dana, material, dan pendampingan teknis.

“Program ini juga sekaligus mendorong gotong royong dan menggerakkan ekonomi lokal menggunakan material serta tenaga kerja setempat,” jelas dia.

Kebutuhan Air dan Infrastruktur Bagi Warga Desa

 

Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) diturunkan Marlyn Maisarah melalui Kang Hergun pada satu titik wilayah Bogor Barat. Program strategis Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur dasar pedesaan itu dirasakan oleh ribuan masyarakat sekian.

“Program ini bisa berupa pembangunan jalan, jembatan ataupun sanitasi, disesuaikan dengan kebutuhan dasar pada desa tersebut,” kata dia.

Program bernilai ratusan juga itu dilakukan pendekatan pemberdayaan masyarakat alias Padat Karya. Sehingga, warga tidak hanya merasakan hasil bangunannya, tapi juga turut ikut proses pembangunan PISEW itu.

“Ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan wilayah, dan menciptakan konektivitas, dengan memanfaatkan tenaga kerja dan sumber daya lokal,” jelas dia.

Tak hanya itu, Marlyn Maisarah melalui Heri Gunawan juga menurunkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di satu titik wilayah Bogor Barat.

Kang Hergun menjelaskan, program itu bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat pedesaan dan pinggiran kota terhadap air minum layak dan sanitasi yang layak secara berkelanjutan.

“Program ini mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesehatan, kualitas hidup, dan pencapaian target nasional/global seperti 100 persen akses air minum dan SDGs,” jelas dia.

Ibu Marlyn Maisarah melalui Kang Hergun juga menurunkan 40 Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) untuk masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Barat.

Kang Hergun menjelaskan, program menyediakan akses sanitasi layak (kamar mandi dan jamban) serta sistem pengelolaan air limbah (SPALD-S) untuk masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, guna mengurangi Buang Air Besar Sembarangan (BABS), meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara partisipatif dan berkelanjutan.

PJUTS untuk Menerangi Masa Depan Masyarakat

Kang Hergun juga menurunkan ratusan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di 146 Unit yang tersebar di Dapilnya wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat.

Kang Hergun membayangkan dirinya sejak kecil yang sering mengaji setiap magrib dan pulang malam hari dengan kondisi pencahayaan yang kurang di kampungnya, Pasarean.

“Saya dulu sangat minim pencahayaan, pulang ngaji malem itu gak berani karena gelap banget, tapi ngaji harus terus berjalan karena keluarga saya mengharuskan anaknya agar tidak berhenti mengaji meski perjalanan menuju rumah guru ngaji saya yang cukup gelap,” kata dia.

Kang Hergun tidak ingin hal serupa dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Kampung dan di Desa tidak boleh lagi ketakutan karena gelap menuju rumah guru mereka untuk mengaji.

“Sehingga, saya membawa 146 unit PJUTS yang dipasang di kampung yang minim penerangan. Anak-anak tidak perlu lagi lari saat pulang mengaji karena gelap, sebab ratusan titik itu sudah menemani mereka agar tetap giat mengaji dan belajar tanpa rasa khawatir apapun,” jelas dia.

Program Pendidikan hingga Kesehatan

Kemudian, Kang Hergun dan Ibu Marlyn Maisarah juga menurunkan program pada bidang pendidikan. 97 Program Indonesia Pintar (PIP) diturunkan untuk warga berusia 6-21 tahun di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.

Program itu diberikan kepada keluarga miskin atau rentan miskin, agar mereka tetap bisa sekolah dan tidak putus sekolah akibat kendala ekonomi.

“Tujuannya mendukung program Wajib Belajar 12 tahun, membantu biaya siswa, serta mendorong siswa yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan,” jelas dia.

Sebab, Kang Hergun meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi yang tidak akan langsung dirasakan, tapi akan sangat terasa saat anak-anak tersebut telah dewasa.

“Pendidikan adalah investasi, pak Presiden Prabowo Subianto juga melakukan investasi pendidikan melalui Program Makan Bergizi Gratis, beasiswa pendidikan, serta pembangunan sekolah di seluruh Indonesia,” jelas dia.

Tak hanya itu, Kang Hergun juga mencatat ada ratusan masyarakat yang dibantu olehnya pada sektor kesehatan dan pendampingan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang belum memahami.

Dari Rakyat untuk Rakyat

Kang Hergun menjelaskan, ratusan program dengan anggaran sekitar Rp11,8 Miliar itu bukan merupakan pemberian darinya maupun dari Ibu Marlyn Maisarah. Ia menyebut, program itu merupakan hak masyarakat yang diturunkan melalui mereka.

Sehingga, Ia berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bogor di wilayah Barat yang sudah mempercayai dirinya sebagai wakil rakyat mereka untuk memperjuangkan harapan dan keinginan ribuan masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Barat.

“Ini aspirasi dari masyarakat yang sama-sama saya dengan ibu Marlyn perjuangkan di bangku legislatif. Kita ingin benar-benar menjadi wakil rakyat yang mewakili apa yang diinginkan dan diharapkan masyarakat,” jelas dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *