BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan dengan melantik 12 pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Bogor. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor sebagai bagian dari penyegaran birokrasi sekaligus penerapan sistem merit berbasis kinerja.
Wali Kota Bogor menyampaikan, pelantikan ini merupakan proses rutin organisasi yang dilakukan secara objektif dan profesional. Sejumlah jabatan strategis yang dilantik di antaranya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Seluruh proses dilakukan berdasarkan penilaian kinerja, latar belakang, dan prestasi. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa Bapak dan Ibu mampu memberikan prestasi dan pelayanan terbaik,” tegas Wali Kota Bogor dalam sambutannya.
Terkait masih adanya beberapa jabatan pimpinan tinggi yang belum terisi, Wali Kota menjelaskan bahwa proses pengisian sedang berjalan dan harus mengikuti mekanisme serta prosedur yang ketat. Proses tersebut melibatkan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selain pelantikan pejabat eselon II, Wali Kota Bogor juga menyoroti proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Sebanyak 28 peserta tercatat mengikuti seleksi yang sepenuhnya diserahkan kepada Panitia Seleksi (Pansel) independen.
“Panitia seleksi terdiri dari akademisi dan para ahli. Tahapannya mulai dari psikotes, paparan makalah, hingga uji kompetensi,” jelasnya.
Wali Kota menegaskan, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan salah satu badan usaha milik daerah terbaik di Indonesia. Karena itu, diperlukan figur direksi yang memiliki rekam jejak, kapasitas, dan integritas untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor juga memaparkan perkembangan rencana pengoperasian Trem Bogor sebagai bagian dari Bogor Transportation Program yang telah digagas sejak 2014. Proyek transportasi berbasis rel ini direncanakan menggandeng industri perkeretaapian dalam negeri dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendekati 70 persen.
“Trem adalah pilihan yang paling efisien, efektif, dan terjangkau dari sisi anggaran pemerintah daerah,” ujar Wali Kota. Ia menegaskan komitmen Pemkot Bogor dalam mendukung industri nasional sekaligus menghadirkan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.
Menutup arahannya, Wali Kota Bogor memberikan penekanan terkait aspek keselamatan dalam pembangunan infrastruktur. Ia meminta dilakukan sterilisasi kawasan proyek, khususnya di sejumlah titik seperti Jalan Roda dan Jalan Bata.
Para pedagang yang masih beraktivitas di sekitar lokasi pembangunan diminta segera menempati lokasi relokasi yang telah disiapkan, yakni di Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas alat berat serta menjamin keselamatan masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.





