Analisis Kebijakan Pendidikan KARISMA SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School

Oleh : Fajri Utama – Universitas Negeri Jakarta

Remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan pencarian jati diri, perubahan emosional, serta peningkatan rasa ingin tahu terhadap berbagai hal. Namun, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, banyak remaja yang mulai mengalami pergeseran nilai, khususnya dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Minimnya kajian islami yang diikuti oleh remaja menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan yang seharusnya menjadi pedoman hidup.

Kurangnya keterlibatan remaja dalam kegiatan kajian islami tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga memengaruhi perilaku dan pola pikir mereka dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa landasan agama yang kuat, remaja cenderung lebih mudah terpengaruh oleh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab rendahnya minat remaja terhadap kajian islami serta mencari solusi yang efektif agar mereka dapat kembali mendekatkan diri pada ajaran agama.

SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School, memberikan kegiatan dengan membuat kebijakan setiap hari selasa pukul 10.00-11.00 WIB, seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX wajib mengikuti KARISMA (Kajian Remaja Islami Masa Kini). Berdasarkan informasi dari Wakasek Bidang kurikulum Bapak Raka ( 31 ) mengatakan bahwa tujuan diadakanyya kegiatan Karisma yaitu membuka wawasan dan pengetahuan siswa terhadap agama secara umum dengan sentuhan fenomena kehidupan masa kini. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan gaya hidup instan masa kini, remaja Muslim dihadapkan pada realitas yang penuh distraksi—mulai dari media sosial hingga krisis identitas—sehingga kajian Islami tidak lagi sekadar menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak sebagai kompas moral dan spiritual agar mereka tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan modern.

Perbedaan KARISMA dengan kegiatan kajian lainnya yaitu pembahasannya tidak kaku komunikasi tidak hanya satu arah, bersifat interaktif , serta kegiatan yang dilaksanakan seperti talkshow, games tanya jawab. Pembahasan dalam KARISMA meliputi pembahasan hal hal masa kini seperti FOMO (Fear Of Missing Out), Kesehatan Mental (Mental health), Sudut Pandang (Point Of View).

Beberapa tema daam kegiatan KARISMA yaitu “at least pakaianmu mehkotamu dan menjagamu”, “yapping dalam menjaga lisan”, dan “tips menjadi teenager last season”. Menurut salah satu siswa bernama Rafliansyah (13) mengutarakan bahwa kegiatan karisma dimana  ia menilai bahwa pendekatan yang digunakan sudah mengikuti perkembangan zaman, baik dari segi bahasa yang santai, tema yang dekat dengan kehidupan remaja seperti overthinking, pergaulan, hingga fenomena FOMO, maupun penggunaan media digital yang kreatif. Kajian tidak lagi terkesan kaku, tetapi justru menjadi ruang nyaman untuk berbagi, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini.

Kegiatan KARISMA menjadi kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari orang tua, berdasarkan informasi dari salah satu wali kelas bapak Syahdaniel (41) mengatakan bahwa kegiatan kajian remaja Islami masa kini juga mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa. Mereka melihat bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan spiritual anak-anak mereka di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Orang tua merasa lebih tenang karena anak-anaknya memiliki wadah yang tepat untuk belajar nilai-nilai agama, sekaligus mendapatkan lingkungan pergaulan yang sehat dan terarah sehingga anak anak masih terjaga sesuai sunnah nabi dan tidak melanggar syari’at.

Dalam kegiatan KARISMA terdapat juga beberapa kekurangan.  menurut bapak Idham (25) selaku guru dan pembina osis mengutarakan bahwa kekurangan dalam KARISMA masih terlihat jelas bahwa kegiatannya masih terlalu banyak ceramah yang berdampak kepada kejenuhan siswa terhadap materi, serta penyesuaian yang dilakukan oleh pemateri terhadap kondisi jaman sekarang yang related dengan materi kajian serta kegemaran anak zaman sekarang yang biasa dikenal dengan Gen-Z dan Alpha.

Semoga dengan adanya kegiatan KARISMA (Kajian Remaja Islami Masa Kini) di SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School Kota Bogor mendapat perhatian khusus dari dinas Pendidikan untuk melakukan kegiatan yang sama disekolah lainnya yangada di Kota Bogor.  Harapannya, dengan semakin berkembangnya kajian remaja Islami di Kota Bogor, kegiatan ini mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda sehingga dapat meminimalisir bahkan mencegah terjadinya berbagai bentuk penyimpangan remaja. Melalui pemahaman agama yang lebih baik, lingkungan pergaulan yang positif, serta pembinaan yang berkelanjutan, remaja diharapkan memiliki kontrol diri yang kuat dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.

Namun demikian, penting disadari bahwa menghilangkan penyimpangan remaja secara sepenuhnya bukanlah hal yang mudah, karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keluarga, lingkungan sosial, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kajian remaja Islami perlu berjalan beriringan dengan peran aktif orang tua, sekolah, dan masyarakat agar dapat menciptakan ekosistem yang mendukung terbentuknya karakter remaja yang lebih baik, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *