Jembatan Sementara Proyek Wika (Kedep) Ambruk, Kades Nambo Tegaskan Keselamatan Warga Utama

bogorOnline.com-KLAPANUNGGAL
Sorotan tajam terus mengalir pasca-ambruknya jembatan sementara dalam proyek rekonstruksi total Jembatan Wika (Kedep). Setelah Kepala Desa Tlajung Udik memberikan respons, kini giliran Kepala Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Nanang, yang angkat bicara mengenai kelayakan infrastruktur tersebut.

​Nanang menegaskan bahwa meskipun statusnya hanya jembatan sementara, fasilitas tersebut harus dibangun dengan layak dan tidak asal-asalan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama karena menyangkut nyawa orang banyak.

​”Satu nyawa pun sangat berharga dan tidak ada penggantinya,” tegas Nanang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/06/2026).

Bukan Sekadar Penyerapan Anggaran

​Lebih lanjut, Nanang menambahkan bahwa tuntutan akan kelayakan fasilitas ini sejak awal murni demi meminimalkan risiko bahaya bagi pengguna jalan, bukan untuk memaksakan kehendak demi penyerapan anggaran semata. Menurutnya, memaksakan pembangunan dengan kualitas buruk justru akan mengancam keselamatan masyarakat.

​Ia meminta agar jembatan sementara yang disediakan benar-benar dikaji dan diperhitungkan dengan matang agar aman dilalui seluruh warga. Di sisi lain, ia juga mengimbau agar semua pihak mendukung kelancaran proyek ini.

​”Jangan juga ada perorangan atau kelompok yang menghambat pekerjaan Jembatan Kedep,” tambahnya.

Desakan Kajian Ulang dari Desa Tetangga

​Senada dengan Kades Nambo, sebelumnya Kepala Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Yusuf Ibrahim, juga mendesak pihak terkait untuk segera melakukan kajian ulang dan analisis mendalam terhadap proyek jembatan sementara tersebut.

​“Jangan sampai ada korban akibat jembatan sementara itu,” ujar Yusuf saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (24/06/2026).

Kondisi Lapangan dan Detail Proyek

​Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan sementara yang ambruk ini merupakan penghubung vital antara Desa Tlajung Udik (Kecamatan Gunungputri) dan Desa Nambo (Kecamatan Klapanunggal).

Berikut adalah beberapa fakta terkait kondisi di lokasi dan data proyek:

Kondisi Fisik: Bagian penyangga jembatan sementara tampak amblas dan miring akibat tanah longsor hingga ke dasar sungai. Petugas dinas, pekerja proyek, dan warga sekitar tampak memadati lokasi untuk memeriksa kondisi jembatan yang rusak parah.

Instansi Penanggung Jawab: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Provinsi Jawa Barat.

Penyedia Jasa: PT Tri Manunggal Karya.

​Waktu Pelaksanaan: 230 hari kalender.

Nilai Kontrak: Rp45.982.294.553,00 (Empat puluh lima miliar sembilan ratus delapan puluh dua juta dua ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus lima puluh tiga rupiah).

​Hingga berita ini diturunkan, warga dan pihak pekerja proyek masih terus berkoordinasi di lokasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya pasca-insiden ambruknya jembatan tersebut.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *