bogorOnline.com-GUNUNG PUTRI
Kepala Desa (Kades) Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor Yusuf Ibrahim mengatakan, pembangunan jembantan semantara dari proyek rekonstruksi total jembatan Wika atau Kedep yang ambruk
pihaknya meminta utuk segera dilakukan kajian ulang dan analisa kembali. Bila masih
tetap berlanjut harus teliti lebih dalam kembali.
“Jangan sampai ada korban akibat jembatan sementara itu,” tegasnya saat dihubungi bogorOnline.com melalaui Whatsapp (WA) pribadinya kemarin.
Sebelumnya, bahaya pembangunan jembantan semantara dari proyek rekonstruksi total jembatan Wika atau Kedep dari Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan Dan Jembatan Wilayah Pelayanan satu Propinsi Jawa Barat (Jabar). Dengan Penyedia Jasa PT. Tri Manunggal Karya dalam 230 hari Kalender ambruk.
Hasil pantauan bogorOnline.com di lokasi pembangunan jembentan semntara tersebut
menghubungkan wilayah Desa Tlajung Udik,
Kecamatan Gunung Putri dan Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dari bagian penyangga jembantan sudah amblas dan tampak miring akibat tanah yang longsor sampai ke bawah sungai. Selain itu juga terlihat pegawai dinas, warga dan petugas proyek nampak sibuk melihat kondisi jembatan yang sudah berantakan tersbut.
“Ini gima pa jadinya,” ujar salah se orang dari mereka berbicara satu sama lain di lokasi Senin (27/06/26).
Sekedar informasi Proyek rekonstruksi total jembatan Wika Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan Dan Jembatan Wilayah Pelayanan satu Propinsi Jawa Barat (Jabar). Dengan Penyedia Jasa PT. Tri Manunggal Karya dalam 230 hari Kalender.
Guna menghubungkan wilayah Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Memakan biaya Rp 45.982.294.553,00 (Empat puluh lima miliar sembilan ratus delapan puluh dua juta dua ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus lima puluh tiga rupiah uang rakyat.(rul)





