BOGORONLINE.com-BOGOR CITEUREUP
Jalang akhir tahun 2020 pengusaha tahu yang ada di Bumi Tegar Beriman terancam gulung tikar. Akiba harga kedelai yang meroket. Hal tersebut seperti penjelasan dari Sekertaris Jenderal (Sekjen) Sedulur pengerajin tahu Indonesia (SPTI ) Sodiq menjelaskan, memang akibat dari naiknya harga kedelai tersebut pihaknya sampai mogok produksi selama 3 hari.
“Libur 3 hari mulai Tanggal 31/12/20-3/1/21, setelah itu baru jualan kembali,” ujarnya saat dihubungi wartawan belum lama ini.
Sambung pedagang tahu di Citeureup Triman menambahkan, harga kedelai saat ini kenaikannya sangat tidak wajar. Dengan kualitas great C Rp 9200 Kg yang sebelumnya berkisar hanya Rp 7000 Kg. Membuat dirinya merasa rugi besar dan berdampak pada kebangkrutan para pedagang tahu kecil yang ada di Kabupaten Bogor salah satu contohnya.
“Saya berharap Dinas terkait harus bisa menormalkan kembali harga tersebut Rp
Rp7000 perkilonya. Jangan kerjanya cuma di balik meja saja nunggu laporan dari anak buahnya,” ketusnya saat di temui bogorOnline.com di lokasi Rabu (30/12/20).(rul)






