Sopir Truk Tambang Disuruh Push-up karena Langgar Jam Operasional 

 

 

Parungpanjang – Petugas gabungan memberikan sanksi push-up kepada sejumlah sopir truk pengangkut hasil tambang di perbatasan Bogor dengan Tangerang karena melanggar jam oprasional truk tambang.

 

Tak hanya itu, truk pengangkut tambang itu pun langsung diputarbalikan oleh petugas gadungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, kepolisian Polsek Parungpanjang beserta satpol PP Kecamatan Parungpanjang.

 

“Kami melakukan pemantauan Peraturan Bupati Nomer 120 tahun 2021 tentang pembatasan jam oprasional bagi truk tambang, dari pukul 22. 00 Wib sampai 05.00 Wib, “kata IPTU Gandi Saefullah kanit Intel Polsek Parungpanjang.

 

Ia menyampaikan, petugas gabungan mendapati sejumlah truk tambang yang melanggar jam oprasional truk tambang di perbatasan kabupaten Bogor dan Tangerang.

 

Menurutnya, dari aturan perbub, petugas melakukan memutar balikan truk tronton yang bermuatan maupun yang tidak muatan, karena dinilai menggar jam oprasional.

 

“Memutar balikan kendaraan truk tambang yang muatan dan kosongan. Untuk memberi efek jera, kami memberi sanksi disiplin bagi pengemudi truk tronton yang kedapatan melanggar,”katanya.

 

Gandi menambahkan, kegiatan pemantauan ini dilakukan guna mencegah adanya kecelakaan truk tambang dengan pengendaraan lain dan serta meminimalisir kerusakan jalan.

 

“Selama ini banyak kecelakaan akibat truk tambang, dan jalan lintas provinsi ini rusak dilintasi truk bermuatan hasil tambang yang menuju kearah Tangerang. Saya menghimbau bagi para pengemudi truk agar mengikuti perbub yang ada, “imbuhnya.

 

Sementara itu, pengemudi truk tambang Angga (31) yang kedapatan melanggar jam oprasional beralasan, hanya berniat untuk memarkirkan kendaraan di perbatasan.

 

“Saya bukan untuk melintas, tapi untuk memarkirkan kendaraan, tadi baru abis muatan dari gunung, biasana saya memarkirkan kendaraan di dekat jembatan ini, di tepi jalan,”pungkasnya. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *