BOGORONLINE.com, BEKASI KABUPATEN – Seorang warga RW 007 Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, nyungsep tak sadarkan diri. Warga yang sedang kerja bakti membersihkan lingkungan bersama puluhan warga lainnya, tiba-tiba terjungkal dan harus diselamatkan menggunakan ambulans desa.
Melihat rekannya yang sudah tidak berdaya, beberapa warga lantas mengangkat ke tempat yang lebih aman. Babinsa Cikarageman, Sertu Imron dan Serda Komar ikut membantu mengangkat korban.
Mendengar warganya yang terkapar lemas, Ketua RW 007 Sukarna, langsung mendekat dan menghubungi mobil ambulans untuk tindakan medis. Selang beberapa menit, kendaraan datang, membawa korban ke RS terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kehadiran ambulans desa dengan sirine keras, membuat beberapa warga kaget.
Marhaeni, Warga yang berlatarbelakang kesehatan ikut hadir kerjabakti, menduga kuat korban pingsan kemungkinan karena kelelahan akibat panas. Atau kemungkinan lain karena belum sarapan saat memulai kegiatan.
Kejadian pada Sabtu (13/5) diatas adalah simulasi yang digelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Cikarageman di Perumahan Griya Pratama Mas (GPM). Pengambilan gambar dalam kegiatan, akan ditonton bersama, serempak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bekasi, akan dinilai pihak Museum Rekor Indonesia (Muri).
Acara tersebut dihadiri para anggota FPRB, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Simulasi disaksikan Ketua FPRB Kecamatan Setu, Muhammad Yamin.
Kehadiran FPRB adalah, untuk pengurangan risiko bencana di suatu wilayah. Menganalisa suatu kejadian yang dapat berakibat bencana guna ditanggulangi bersama sebelum terjadinya bencana.
“Kesimpulan hasil analisa, disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” kata Ketua FPRB Kecamatan Setu, Muhammad Yamin didampingi Ketua FPRB Desa Cikarageman, Joko Surono.
Saat ini lanjut Yamin, banyak yang fokus kepada penanganan dan penanggulangan, tidak ada yang memperhatikan sebab terjadinya bencana. Sebelum terjadi suatu bencana, FPRB sudah harus bisa melakukan analisa bencana yang timbul.
“FPRB Kabupaten Bekasi adalah yang pertama di Indonesia. Kita patut berbangga karena merupakan pilot project,” lanjut Yamin.
Sementara Sukarna ikut bangga atas keterlibatan warganya dalam kegiatan FPRB mewakili Desa Cikarageman. Dalam kegiatan itu, warga dibekali pengurangan risiko bencana. Setidaknya, dapat mengantisipasi apabila akan terjadi bencana, terutama banjir.
“Wilayah RW 007 merupakan tempat bertemunya aliran air dari beberapa wilayah, termasuk air buangan dari Kabupaten Bogor. Dengan kegiatan ini, kami akan menganalisa guna pengurangan bencana banjir bersama FPRB,” tandas Sukarna. (Soeft/Jo/Zae)





