Universitas Muhammadiyah Cileungsi, Membangun Peradaban Islam

Headline, KOLOM4.8K views

Menjadi kabar yang sangat baik ketika mendengar Kecamatan Cileungsi akan mempunyai Universitas Islam, harapan-harapan akan melahirkan dan meluluskan dai-dai intelektual menuju Sumber Daya Manusia yang Islami di Kabupaten baru, Kabupaten Bogor Timur

Mohammad Hatta pernah berkata bahwa ” *tujuan Universitas Islam itu untuk membentuk ulama yang berpengetahuan dalam dan berpendirian luas serta mempunyai semangat yang dinamis. Hanya ulama seperti itulah yang bisa menjadi pendidik yang sebenarnya dalam masyarakat.*

Dahulu ketika mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI) kemudian bertransformasi menjadi Universitas Islam Indonesia (UII), Hatta memiliki harapan dan tujuan agar melahirkan ulama yang memiliki pengetahuan luas untuk mengurusi persoalan negara.

Pakar Pendidikan Islam, Dr. Adian Husaini ketika diskusi di Universitas Islam Riau tentang Universitas ideal, memaparkan buku yang ditulis oleh Peter Fleming, berjudul: “Dark Academia; How Universities Die”. Buku ini mengungkap sisi gelap universitas yang melenceng dari nilai-nilai pendidikan tinggi. Dark Academia menyoroti banyak kampus di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, yang tak lagi mendukung kualitas akademik akibat terkurung sistem neoliberal yang kapitalistik sehingga universitas cenderung berorientasi bisnis.

Konsep universitas ideal pernah disampaikan oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam Konferensi Pendidikan Islam di Kota Mekkah tahun 1977. Prof. Naquib al-Attas menjelaskan: “Tujuan pendidikan tinggi dalam Islam adalah membentuk ‘manusia sempurna’ atau ‘manusia universal’.”

Prof. Wan Mohd Nor menguraikan gagasan Prof. al-Attas tersebut sebagai berikut: “Sebuah universitas seharusnya merupakan gambaran dari manusia universal atau ‘insan kamil’… Golongan insan kamil ini dipimpin oleh Nabi Muhammad saw, diikuti semua nabi dan para hamba pilihan-Nya, yaitu para aulia dan ulama yang ilmu dan pemahaman spritualnya sangat mendalam.”

Gagasan yang sangat revolusioner yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi untuk merencanakan membangun Universitas Muhammadiyah Cileungsi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bogor Timur yang sebentar lagi akan menjadi Kabupaten mandiri.

Karena salah satu indikator peningkatan IPM di suatu daerah adalah kualitas pengetahuannya dan dalam konsep Islam, klasifikasi Ilmu adalah Fardu a’in dan Fardu kifayah. Islam tak mengenal klasifikasi ilmu agama dan ilmu umum karena semua ilmu berkaitan dengan konsep ketuhanan.

Sangat penting bagi PCM Cileungsi menguatkan tujuan mendirikan Universitas Muhammadiyah Cileungsi. mencerdaskan, menjadi insan khairu ummah. Harus sesuai cita-cita Muhammadiyah saat awal didirikan. Jangan hanya melihat pasar Universitas Islam sedang naik.

Mengutip kembali kata-kata Dr. Adian Husaini ” Universitas Islam jangan hanya nama dan simbol”. Semoga segala perjuangan ayahanda-ayahanda PCM Cileungsi mendapat balasan dari Allah, dan warisan peradaban yang ditinggalkan menjadi amalan jariyah dan membawa ke Surga-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. No body perfect, universal yes. But Islam have kafir who’s not religion on Islam, isn’t called universal. You have introspection by your self