BOGORONLINE.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) University kini memiliki Museum dan Galeri IPB Future yang berada di kompleks Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Museum yang menempati gedung eks Wisma Landhuiss ini diresmikan oleh Rektor IPB University Profesor Arif Satria pada 12 Januari 2023.
Museum ini memiliki 11 ruangan yang akan membawa pengunjung seakan memasuki lorong waktu tentang sejarah IPB University.
“Di Museum dan Galeri IPB Future ada 11 ruangan, isi intinya tentang pembentukan IPB dari masa ke masa dan sampai kepada future IPB masa depan,” kata Hirra Nurlaeni, Supervisor Pengelolaan Museum Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD), Kamis (28/9/2023).
Hirra mengatakan, pengujung saat memasuki museum akan disuguhkan informasi tentang sejarah terbentuknya IPB dari dalam bentuk audio visual.
Beranjak dari ruangan itu, pengunjung akan mendapatkan area kerja sama IPB dengan berbagai negara. Tak hanya itu, ruangan ini juga menampilkan wajah-wajah pemimpin IPB dari tahun 1963 hingga era sekarang.
“Kerja sama ini tentunya di berbagai bidang yang ada dari mulai masih IPB sampai sekarang menjadi IPB University dengan sembilan fakultas ditambah Fakultas Kedokteran Umum,” jelasnya.
Selain itu, di museum ini terdapat ruangan yang menampilkan beberapa benda yang pernah digunakan pada perkuliahan di IPB pada masanya. Seperti OAP, kamera dan juga alat laboratorium. Yang menariknya, arsip mahasiswa IPB pertama juga tersimpan apik.
“Kemudian ada produk-produk hasil penelitian para dosen IPB, di antaranya ada biskuit dari ikan lele. Kami juga terus meningkatkan untuk benda-benda pamer yang ada di museum ini,” imbuhnya.
Diketahui, IPB lahir pada 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 91/1963 yang kemudian disahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.
Menurut Hirra, hal yang menjadi penting untuk disampaikan bahwa terbentuknya Museum dan Galeri IPB Future awalnya dari buku sejarah IPB yang disusun dan digagas oleh Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Profesor Syafrida Manuwoto.
Buku setebal delapan jilid yang disusun kurang lebih 10 tahun itu diluncurkan oleh Rektor IPB Profesor Heri Sudianto. Dalam perjalanannya, ide untuk membangun Museum dan Galeri IPB Future muncul dari Rektor IPB Profesor Arif Satria.
“Pada masa Pak Rektor Arif Satria punya ide kenapa tidak membuat museum yang isinya di antaranya yang ada di dalam buku tersebut. Buku itu sangat lengkap dari awal pembentukan IPB berikut arsip-arsipnya,” katanya.
Museum ini tak hanya diperuntukkan untuk civitas dan warga IPB, namun terbuka bagi masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri.
Hirra menyebutkan sejak diresmikan Januari 2023 lalu hingga sekarang, museum ini telah menjadi magnet yang ramai dikunjungi pengunjung.
“Sudah banyak yang berkunjung dari PAUD, TK, SD sampai perguruan tinggi di berbagai daerah, seperti UGM, UNPAD sudah ke sini, lurah se-Kota Kabupaten Bogor, juga dari mancanegara, seperti Jepang, Singapura, Kenya dan banyak lagi,” katanya.
Museum dan Galeri IPB Future dapat dikunjungi setiap hari Senin hingga Kamis mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, sementara Jumat dari pukul 09.00 hingga 15.30 WIB, sedangkan Sabtu pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
“Untuk berkunjung ke sini pengunjung bisa mengisi link di website dan di luar IPB bisa pakai KTP. Sampai saat ini masih gratis dan tentunya harus berpakaian rapi serta tidak boleh pakai sandal,” ujarnya. (Hrs)






