Deddy Mizwar Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Wilayah I Jawa Barat

Kota Bogor – bogorOnline.com

Masih tingginya angka kemiskinan di kota Bogor, Mendapat sorotan serius Pemprov Jabar, Guna mengatasi hal tersebut, kemarin Kamis 04 February 2016, Pemprov Jabar menggelar Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Seda BKPP Wilayah I kota Bogor.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengungkapkan, Melalui rapat koordinasi inilah bisa diketahui problem yang dihadapi Kabupaten/Kota dalam menanggulangi kemiskinan, minimal di BKPP Wilayah I, Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kemiskinan di Kota Depok, Sudah sangat rendah yaitu sekitar 2,2%. Kemudian untuk Kota Bogor agak lumayan sekitar 7,6% dan yang tertinggi di Kabupaten Cianjur yang mencapai 13%. Selain hal tersebut, pihaknya juga juga akan melihat infrastrukturnya seperti apa, termasuk mengambil alih kewenangan jalan Kabupaten di Cianjur Selatan ke Provinsi supaya bisa ditangani langsung dan dibuatkan akses jalan yang lebih bagus sehingga perekonomian bisa tumbuh.

“Nah ini ada apa?, Apa karena ada pemberian uang kepada setiap RT sehingga tidak efektif untuk penanggulangan kemiskinan itu sendiri,” Ungkap Deddy kepada wartawan Pada Kamis (04/02/16).

Deddy menambahkan, Saya kaget dengan adanya temuan di Sukabumi yang tingkat kemiskinannya sangat cepat menurun. Kemudian diindikasi ada desa-desa yang rawan pangan yang jumlahnya mencapai 600 desa di Jawa Barat, Jumlah itu Equivalen dengan 600 jembatan desa yang rusak, Selanjutnya Deddy membandingkan kondisi Cianjur dengan Sukabumi yang menurutnya jauh sekali, padahal wilayahnya berbatasan. Dari perbedaan ini kita cari tahu kendalanya dimana sehingga kami betul-betul bisa memberi bantuan tepat sasaran.

“Untungnya di desa-desa itu sekarang ada dana desa bantuan dari pemerintah pusat yang besarnya mencapai 1 miliar rupiah pertahun, Dana itu kita harapkan dapat diarahkan untuk infrastruktur, baik jalan desa, irigasi dan termasuk jembatan desa yang kondisinya tidak memadai sehingga jika turun hujan masyarakat tidak ada akses untuk mengangkut barang dan lain sebagainya. Kalau kondisi itu tidak segera ditanggapi maka akan sulit untuk menurunkan angka kemiskinan,” Tandasnya. (bunai)