by

Kepala BPN Kab.Bogor Diduga Jual Tanah Bersertifikat Milik Masyarakat

Cibinong – bogoronline.com – Sengketa kepemilikan lahan di Kabupaten Bogor sepertinya tidak ada habisnya, dan seolah-olah diciptakan untuk terjadi sengketa. Seperti halnya dugaan yang dilakukan Kepala BPN Kabupaten Bogor Amin Arsyad yang diduga menjual tanah bersertifikat hak milik (SHM) milik masyarakat di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ke salah atu perusahaan properti.

Salah satu pemilik lahan Jantje Manesah Agung menuturkan, bahwa tanah yang dimilikinya seluas 63.940 dan 21.980 meter persegi itu belum pernah dialihakan atau dijual belikan kepada pihak manapun dan siapapun. Anehnya, kata Jantje, tanah tersebut dalam proses balik nama kepada PT.Kencana Jayaproperti Agung.

Adapun dasarnya, perusahaan tersebut memperoleh lahan itu dari Amin Arsyad yang juga adalah Kepala BPN Kabupaten Bogor. Sementara, Amin Arsyad diduga memperoleh lahan tersebut dengan cara ilegal dengan merubah hak milik menjadi tanah negara dan kemudian dioperalihkan ke PT persebut.

“Saya sama sekali belum pernah menjual atau memindahkan haknya ke siapapun termasuk ke PT.Kencana Jayaproperti Agung,” kata Jantje kepada Harian Pelita, Kamis (25/02).

Jantje menduga, karena nilai ekonomis yang tinggi itulah, sehingga membuat Amin Arsyad melakukan hal tersebut, dengan bukti-bukti yang saya ketahui pada warkah yang kini telah berubah yang semula atas nama dirinya kini menjadi nama Amin Arsyad. “Dalam warkah tersebut sempat saya foto terdapat nama Amin Arsyad yang sebelumnya tidak ada, dan saya sempat dihalang-halangi oleh sejumlah karyawan dan petugas keamanan,” ungkapnya.

Bukti bahwa tanah tersebut belum pernah beralih kepemilikan, lanjut Jantje, dapat dilihat dari hasil mediasi yang tertuang dalam berita acara gelar perkara kasus pertanahan nomor : 03/2015 terkait dengan permasalahan 12 sertifikat hak milik nomor 30, 74, 75, 76 (605), 77 (606), 78, 79 (607), 80 (608), 81, 82, 83, 84/Nagrak An.Niko AF Mamesah Dkk terletak di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang digelar pada tanggal 18 Februari 2015.

Sejauhmana kebenarannya, Amin Arsyad yang dihubungi melalui pesan singkatnya untuk dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. Hal yang sama juga ketika Harian Pelita mencoba mengubungi selulernya, dirinya pun tidak menjawab. (adi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed