Pemkab Bogor Segera Buka Traye Leuiliang – Parakan Salak Sukabumi

Cibinong – bogoronline.com – Program pemerintah pusat yang mengharuskan daerah kabupaten/kota membangun wilayah perbatasan mulai dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), para petinggi di Bumi Tegar Beriman ini pada tahun 2016 berencana membuka jalur angkutan lintas daerah.
“Tahun ini DLLAJ akan membuka jalur angkutan dari Leuwiliang – Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, pembukaan jalur ini untuk membuka keterisoliran warga dari dua daerah,” kata Kepala Bidang Angkutan dan Terminal DLLAJ Dudi Rukmayadi.
Dudi menjelaskan, angkutan yang akan melayani rute Leuwiliang – Parakan Salak untuk tahap pertama ini jumlah armada mencapai 20 unit. “Untuk membuka jalur baru butuh biaya cukup besar, syukurnya Kementerian Perhubungan memberikan bantuan sebanyak 20 unit armada minibus jenis elf sehingga pembukaan jalur tersebut bisa direalisasikan tahun ini,” ujarnya.
Kepala Seksi Angkutan DLLAJ Joko Handrianto mengatakan walau infrastrukur jalan menuju Kabupaten Sukabumi masih belum layak, tapi kita yakin seiring dengan adanya pembukaan jalur baru ini, semuanya akan dibenahi, apalagi kan sekarang konsep pembangunan tak lagi dipusatkan di kota-kota, tapi lebih diarahkan kedaerah atau wilayah perbatasan antar daerah,” tambahnya.
Joko menjelaskan, armada bantuan Kementerian Perhubungan itu laik jalan, bahkan semua ber AC. “Armada yang akan melayani rute Leuwiliang – Parakan Salak itu semuanya bekas kendaraan yang dioperasikan di sejumlah bandara, karena sudah tidak digunakan, semuanya dihibahkan kesejumlah daerah untuk dijadikan angkutan perintis,” ungkapnya.
Rencana pembukaan jalur Leuwiliang – Parakan Salak mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi III DPRD Muhamad Romli, ia mengatakan, pembukaan jalur tersebut desa-desa yang tadinya teriosolir baik di Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Sukabumi jadi terbuka.
“Ini juga untuk mempercepat pemerataan pembangunan, karena dengan adanya ada angkutan yang melintasi jalur perbatasan antar daerah, akses ekonomi warga dari dua daerah itu akan meningkat, sebab selama ini yang menjadi hambatan kenapa desa-desa yang berbatasan sulit berkembang, salah satu faktornya penghambatnya tidak adanya akses angkutan umum,” ungkap politisi PPP ini.
Romli mengatakan, selama ini warga Kabupaten Bogor yang tinggal di bagian barat begitu juga warga Kabupaten Sukabumi, ketika ingin bersilaturahim atau berbisnis harus memutar arah lewat selatan. “Kalau ada rute baru waktu tempuh bisa dipangkas, bahkan biaya operasional angkutan barang pun bisa ditekan,” ujarnya.
Selain itu, dengan adanya rute baru kata Romli, wisatawan yang ingin hobi berpetualangan alam sambil menikmati indahnya pemandangan alam Gunung Halimun – Salak dapat dengan mudah mengaksesnya. “Ini kan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan mengembangkan bisnis ekowisata,” pungkasnya. (zah)